Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

PWNU Jatim : Salam Lintas Agama Digunakan Untuk Kerukunan Antar Agama
Selasa, 12-11-2019 | 18:32 wib
Oleh : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Meredam polemik himbauan larangan pemimpin muslim pengucapan salam lintas agama oleh Majelis Ulama Indonesia, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pun menyatakan sikap. PWNU menyatakan bahwa salam lintas agama tersebut hanya bisa diucapkan jika dibutuhkan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Tak hanya itu, PWNU menegaskan bahwa pernyataan sikap itu bukanlah counter dari larangan MUI terkait salam lintas agama, namun hanya sebagai peredam dari polemik yang terjadi di tengah masyarakat.

Menyikapi polemik terkait larangan pengucapan salam lintas agama oleh Majelis Ulama Indonesia, pihak Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyatakan sikapnya. Dalam pernyataan sikap itu, pihak PWNU Jatim tidak melarang atau menyarankan pengucapan salam lintas agama dalam sebuah momen atau acara.
 
Namun, pengucapan salam lintas agama hanya bisa diucapkan untuk menjaga kerukunan antar beragama. Hal ini berlaku bagi para pejabat, tokoh agama, maupun masyarakat yang muslim.
 
Tak hanya itu, pernyataan sikap PWNU ini bukanlah sebagai counter atau melawan larangan pengucapan salam lintas agama yang dianggap Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai bidah dan mengandung nilai syubhat. Namun, pernyataan sikap PWNU tersebut, ditujukan untuk meredam polemik larangan MUI tersebut.
 
Untuk membuat pernyataan sikap tersebut, PWNU Jatim langsung menggelar Bahtsul Masail. Hasilnya, PWNU Jatim tak mempermasalahkan dan membolehkan pemimpin muslim mengucapkan salam lintas agama, sepanjang membawa maslahat bagi umat.
 
PWNU Jawa Timur juga menyimpulkan bahwa pengucapan salam lintas agama oleh pejabat muslim dalam pidato resmi adalah sebuah budaya, bukan penistaan atau melecehkan. PWNU Jatim menilai budaya ini sebagai bentuk toleransi, persaudaraan kebangsaan atau ukhuwah wathoniyyah.
 
PWNU Jatim menilai bahwa pengucapan salam agama lain adalah hasil dari proses akulturasi budaya. "Hal ini juga bisa dimaknai sebagai simbol toleransi antarumat beragama di Indonesia. Sepanjang salam yang diucapkan tidak bertentangan dengan niat, maka sepanjang itu pula kalimat yang menyatakan salam kebangsaan tersebut tidak akan mengganggu akidah dan teologi seseorang," kata KH Syafruddin, Katib PWNU Jatim.
 
Meski demikian, bagi pejabat muslim dianjurkan mengucapkan salam dengan kalimat assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, atau diikuti dengan ucapan salam nasional, seperti selamat  pagi, salam sejahtera bagi kita semua, dan semisalnya. Namun demikian, dalam kondisi dan situasi tertentu, demi menjaga persatuan bangsa dan menghindari perpecahan, pejabat muslim juga diperbolehkan menambahkan salam lintas agama.(end)

Berita Terkait


PWNU Jatim : Salam Lintas Agama Digunakan Untuk Kerukunan Antar Agama

Maksimalkan Peran Pemberdayaan Masyarakat, PWNU Gelar Pelatihan untuk Para Kader

Pesan PWNU : Beda Pilihan Boleh Terjadi, Tapi . .

Begini Kata PWNU Jatim Soal Bendera NU di Kampanye Sandi


PWNU Jatim Imbau Masyarakat Tak Rusuh Pasca Pemilu

Pesan PWNU : Beda Pilihan Boleh Terjadi, Tapi . .

Begini Kata PWNU Jatim Soal Bendera NU di Kampanye Sandi

PWNU Jatim Targetkan Pendirian RSNU dan Sekolah Unggulan

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber