Berita Terbaru :
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
   

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Mataraman  Rabu, 13-11-2019 | 01:10 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Petani di Kabupaten Magetan, masih belum bisa bercocok tanam, karena hujan yang masih belum merata. Sebagian petani memecah batu di areal sawah yang masih kering tersebut, sambil menunggu hujan turun, untuk bercocok tanam.

Sebagian besar sawah tadah hujan di Kabupaten Magetan, masih kering kerontang. Meskipun sudah masuk musim hujan, akan tetapi intensitas hujan yang ringan atau sedang juga belum merata. Sehingga sebagian besar petani tadah hujan, belum bisa bercocok tanam.

Beberapa petani yang masih menganggur, beralih profesi memecah batu di areal sawah mereka yang masih belum bisa ditanami. Seperti yang dilakukan petani asal Ngariboyo Magetan, Marni. Ia memecah batu yang ada di sawahnya sendiri yang tidak jauh dari rumahnya.

Dengan cara serba manual, batu berukuran relatif besar dipecah menjadi ukuran kecil, yang nantinya bisa dijual untuk menambah keuangan keluarga.

"Selain bisa menjadi rupiah, memecah batu di sawah juga nantinya bisa mempermudah dirinya saat bercocok tanam nanti, utamanya saat membajak sawah," kata Marni.

Sawah miliknya merupakan sawah tadah hujan. Selama musim hujan, hanya bisa menanam padi satu hingga dua kali. Setelah itu ditanami kacang kalau airnya cukup. (yos)

Berita Terkait

Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis

Penyalahgunaan Lahan Sebabkan Kekeringan Berulang di Jatim

Kemarau Panjang 4 Waduk Kering, Tanaman Jagung Mati

79 Desa di 22 Kecamatan Berpotensi Alami Kekeringan, BPBD Bojonegoro Mulai Droping Air Bersih
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  10 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  12 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  4 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  11 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber