Berita Terbaru :
Kasus Covid Bertambah, Pemkab Aktifkan Kembali Ruang Isolasi Desa
Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Dilaporkan Istri Terkait Dugaan KDRT
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
   

Lakukan Pemerasan Untuk Selesaikan Sengketa Tanah, Kades Ditangkap Polres Malang
Malang Raya  Kamis, 14-11-2019 | 17:23 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Seorang Kepala Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang harus berurusan dengan hukum, setelah melakukan aksi pemerasan kepada warga yang memiliki kasus sengketa tanah. Warga tersebut dimintai uang sebesar Rp 60 juta untuk bisa menyelesaikan kasus tanahnya. Namun ia hanya bersedia memberikan Rp 20 juta, dan ia juga melaporkan kepada Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang, hingga terduga Kades Ngadireso tertangkap tangan membawa uang hasil pemerasan di dalam jok motornya.

Mugiono (50) warga Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang berprofesi sebagai kepala desa dan harus diamankan Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang.

"Kades Mugiono diamankan lantaran melakukan tindak pemerasan untuk menyelesaikan kasus sengketa, dengan melibatkan dua orang sebagai mediator dan kades mematok harga Rp 60 juta untuk bisa menyelesaikan kasus tersebut," kata AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Kasat Reskrim Polres Malang.

Mediator yang menyampaikan kepada korbannya, keberatan dengan permintaan uang sebesar Rp 60 juta. Melalui tawar menawar dengan oknum Kades Ngadireso, kemudian disepakati uang sebesar Rp 20 juta.

Saat itu, korban sudah berkoordinasi terlebih dahulu dengan kepolisian, hingga petugas menunggu dan mendapati kades tengah menerima uang tersebut, dan dimasukkan kedalam jok motornya.

Kades Mugiono yang membawa uang sebesar Rp 20 juta lantas ditangkap petugas Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang, dengan barang bukti uang, motor dan ponsel.

Kini, kades yang sudah menjabat selama 3 periode sejak 2007 ini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan penyidik Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang, dengan perbuatannya yang dilarang oleh negara tersebut.

Atas perbuatannya, terduga Kades Ngadireso dijerat dengan pasal 12 huruf e dan atau pasal 11 Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999, tentang tindak pidana pemberantasan korupsi, dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.(end)

Berita Terkait

Hakim Pengadilan Tinggi Menangkan Nenek 75 Tahun Atas Gugatan Tanah

Tergugat BPN dan Pemkab Sampang Tak Hadiri Sidang Sengketa Tanah Di PTUN

Bupati Datangi Lokasi Pembongkaran Pagar Yang Halangi Rumah Warga

Rebutan Tanah, Warga Demo Beri Dukungan Mistun
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  12 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  14 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  5 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  13 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber