Berita Terbaru :
Forkopimda Wacanakan PSBB Hingga Lockdown Antar Kecamatan
Interplasi Dilakukan Lantaran Rekrutmen Pimpinan Bank Jatim Tak Kunjung Selesai
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Dilaporkan Pencemaran Nama Baik di Polrestabes Surabaya, Uci Flowdea Datangi Polda Jatim
Angka Positif Covid 19 Jatim Tembus 14 Ribu Orang
Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Warga Suku Tengger Gelar Perayaan Hari Raya Yadnya Kasada
Ngopi Sambil Keliling Kota Dengan Bus Coffe
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Awali Musim Panen Padi, Tradisi Metil Digelar Warga Munggut Madiun
KPU Ponorogo Dapat Gelontoran Dana Rp 5,9 Milyar Untuk APD Covid 19
Pandemi Covid-19, Penghoby Aquascape Meningkat
Spesialis Pencuri HP dan Penadah Diringkus Polisi Magetan
Polisi Tangkap Pencuri Spesialis Kotak Amal Masjid Antar Kota
Wastafel Mobile Polres Bangkalan Siap Layani Masyarakat
   

Serunya Tradisi Unik Kampung Kerbau di Ngawi
Rehat  Jum'at, 15-11-2019 | 04:14 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Masyarakat kampung kerbau di Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, masih melestarikan tradisi gumbregan maheso. Dalam tradisi unik ini, ratusan kerbau milik warga setempat, diarak keliling desa dan dimandikan. Selain itu, juga ada pertunjukan kesenian khas warga pedesaan.

Tradisi gumbregan maheso digelar di Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Banyak pengunjung datang untuk  melihat ratusan kerbau yang diarak oleh warga keliling kampung. 

Sekitar  700 ekor kerbau milik warga setempat,  dikumpulkan di pinggiran hutan jati milik perhutani, sebagai salah satu lokasi penggembalaan.  

Dalam tradisi ini juga menampilkan berbagai kesenian khas warga pedesaan , mulai dari tari kontemporer hingga musik lesung. Sebelum dimandikan, dilakukan ritual unik untuk meminta kepada tuhan yang maha esa selalu memberikan kesehatan terhadap kerbau milik warga. 

Tradisi gumbregan maheso yang di gelar oleh warga Desa Bayubiru, menyita perhatian banyak pengunjung, baik dari Ngawi hingga luar daerah.

Oni Anwar, Wakil Bupati Ngawi, menjelaskan, tradisi selamatan kerbau ini awalnya digelar warga setempat, khususnya para peternak, secara terpisah.  "Melihat keunikan kampung kerbau, pemkab ngawi mendukung warga setempat, menggelar tradisi untuk pelestarian budaya," kata Oni Anwar. 

Setelah dimandikan di sungai setempat, ratusan kerbau dikandangkan, oleh para gembala. 

Bagi warga setempat, kerbau merupakan simbol kesejahteraan,  sebagai rojo koyo atau harta dalam wujud ternak. Kerbau warga Desa Banyu Biru, tak hanya dijual untuk kebutuhan warga Jawa Timur tetapi juga dijual hingga Jawa Tengah. (yos)

Berita Terkait

Serunya Tradisi Unik Kampung Kerbau di Ngawi
Berita Terpopuler
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  12 jam

Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  4 jam

Spesialis Pencuri HP dan Penadah Diringkus Polisi Magetan
Peristiwa  8 jam

Para Bakal Calon Berebut Suara Warga NU di Pilkada Sumenep
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber