Berita Terbaru :
Interplasi Dilakukan Lantaran Rekrutmen Pimpinan Bank Jatim Tak Kunjung Selesai
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Dilaporkan Pencemaran Nama Baik di Polrestabes Surabaya, Uci Flowdea Datangi Polda Jatim
Angka Positif Covid 19 Jatim Tembus 14 Ribu Orang
Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Warga Suku Tengger Gelar Perayaan Hari Raya Yadnya Kasada
Ngopi Sambil Keliling Kota Dengan Bus Coffe
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Awali Musim Panen Padi, Tradisi Metil Digelar Warga Munggut Madiun
KPU Ponorogo Dapat Gelontoran Dana Rp 5,9 Milyar Untuk APD Covid 19
Pandemi Covid-19, Penghoby Aquascape Meningkat
Spesialis Pencuri HP dan Penadah Diringkus Polisi Magetan
Polisi Tangkap Pencuri Spesialis Kotak Amal Masjid Antar Kota
Wastafel Mobile Polres Bangkalan Siap Layani Masyarakat
Para Bakal Calon Berebut Suara Warga NU di Pilkada Sumenep
   

Safari Keagamaan Tumbuhkan, Pluralisme Sejak Dini
Rehat  Minggu, 17-11-2019 | 05:14 wib
Reporter : Syadid Fahmi
Dalam kegiatan itu, seluruh peserta diajak mengenal keberagaman dengan mengunjungi tempat peribadatan. Foto Syadid Fahmi
Jember pojokpitu.com, Sebagai upaya menumbuhkan rasa persaudaraan antar umat beragama sejak dini, SMAK Santo Paulus Jember menggelar temu persaudaraan antara siswa umat bergama.

Pesertanya 150 mengikuti safari keagamaan dalam bingkai merajut kebhinekaan, dengan cara saling mengunjungi tempat peribadatan agama di Kabupaten Jember, Sabtu (16/11) siang. Pertama, seluruh peserta terdiri dari siswa siswi SMAK Santo Paulus, santri dan santriwati pondok pesantren dari 3 pondok pesantren di Jember, mengunjungi rumah ibadah umat Buddha, yakni Vihara Dhamma Metta.

Tidak ada rasa canggung dan kaku terlihat dari wajah siswa siswi itu. Mereka antusias mengikuti dan mendengarkan sambutan dari rohaniwan Agama Buddha.

Menurut Sarafim Dinakalfari salah satu peserta, kegiatan memberikan pengalaman baru. Dengan kegiatan tersebut, Sarafim dapat  mengenal saudara lintas agama dan mengenal agama lain. Mulai dari tempat peribadatan dan bagaimana beribadahnya. "Tak kalah penting, peserta lebih memahami toleransi antar umat beragama secara langsung," kata Sarafim Dinakalfari.

Sementara itu menurut Bhante Teja Punno rohaniwan Agama Buddha, kegiatan sangat memberikan dampak positif bagi generasi muda untuk lebih memahami perbedaan dan tidak perlu membeda -bedakan. Dengan harapan kegiatan dapat membangun Indonesia melalui Bhineka Tunggal Ika. (pul)

Berita Terkait

Jelang Pilkades Serentak, Polresta Sidoarjo Gelar Safari ke Media

Safari Keagamaan Tumbuhkan, Pluralisme Sejak Dini

Safari Idul Fitri, Kapolres Sidoarjo Sambang Kyai dan Tokoh Agama

Sandiaga Uno Ziarah Makam Sunan Bonang Tuban
Berita Terpopuler
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  12 jam

Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  4 jam

Spesialis Pencuri HP dan Penadah Diringkus Polisi Magetan
Peristiwa  8 jam

Para Bakal Calon Berebut Suara Warga NU di Pilkada Sumenep
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber