Berita Terbaru :
Permintaan Rapid Test Jelang Libur Panjang Meningkat
Hina Polisi Tentang Operasi Yustisi, Tukang Batu ditangkap polisi
Cegah Putus Kuliah, Kampus Bebaskan UKT Mahasiswa
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
   

Tak Kunjung Hujan Ratusan Warga Gelar Salat Istisqo dan Tradisi Tiban
Mataraman  Minggu, 17-11-2019 | 17:22 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Ratusan warga di Lereng Gunung Wilis, Kabupaten Kediri,menggelar salat istisqo dan kesenian tiban. Mereka berdoa agar hujan segera turun, karena musim kemarau yang berkepanjangan, mengakibatkan daerah ini mengalami kekeringan.

Ratusan warga Dusun Gedangan, Desa Mojo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, menggelar salat istisqo di sebuah tanah lapang untuk meminta turun hujan. 

Sudah delapan bulan lamanya, kawasan di lereng gunung wilis ini tidak turun hujan, padahal beberapa daerah sekitar sudah mulai hujan.
Usai Shalat Istisqo, dilanjutkan dengan kesenian tiban. Ritual saling cambuk antara dua orang ini digelar setiap tahun, disaat kemarau panjang terjadi. 

Meskipun terluka dan berdarah, tetapi warga tampak senang. Bahkan, tak hanya orang dewasa, tetapi anak-anak juga turut serta tanpa rasa takut.

Lukman Hakim, tokoh agama setempat mengatakan, selain melestarikan budaya leluhur, kegiatan itu sebagai bentuk pengharapan kepada tuhan agar hujan segera turun. "Biasanya , setelah salat istisqo dan ritual tiban dilaksanakan tidak lama kemudian hujan turun," ujar Lukman Hakim.

Untuk diketahui, sedikitnya ada 400 an kepala keluarga yang terdampak kekeringan di Dusun Gedangan. 

Sumber mata air yang selama ini memenuhi kebutuhan warga mulai mengering akibat kemarau panjang. Bahkan, banyak tanaman pertanian yang mati dan petani mengalami gagal panen. (yos)



Berita Terkait

Tak Kunjung Hujan Ratusan Warga Gelar Salat Istisqo dan Tradisi Tiban

Berharap Hujan, Ratusan Petani Shalat Istisqa

Warga Gelar Shalat Istisqa di Penghujung Kemarau

Kemarau Panjang, Warga Pamekasan Shalat Minta Hujan
Berita Terpopuler
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyany...selanjutnya
Politik  5 jam

Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  12 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  5 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber