Berita Terbaru :
Desa Bulangan Barat Sediakan Rumah Karantina Bagi Warga Perantauan
Sangat Peduli, Warga Ini Bagi Makanan Gratis Saat Wabah Corona
Sangat Peduli, Warga Ini Bagi Makanan Gratis Saat Wabah Corona
Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
   

Kreasi Batik Shibori Warga Binaan Rutan Trenggalek
Ekonomi Dan Bisnis  Senin, 18-11-2019 | 07:05 wib
Reporter : Simon Bagus,Mochammad Herlambang
Para warga binaan perempuan di rumah tahanan negara kelas II B Trenggalek sibuk menyiapkan kain untuk pembuatan batik shibori. Foto: Simon Bagus
Trenggalek pojokpitu.com, Para warga binaan perempuan di Rutan Kelas II B Trenggalek bisa mendapatkan pundi-pundi uang. Bagaimana tidak, para warga binaan bisa menghasilkan batik shibori yang memiliki nilai jual di pasaran. Uang yang didapat biasanya dikirim untuk keluarga mereka di rumah dan sebagian untuk kebutuhan sehari-hari di rutan.

Ada sekitar 6 warga binaan yang ikut terlibat dalam kreasi karya batik ciprat, celup, dan ikat itu. Di salah satu sudut area rutan, mereka memotong-motong kain putih dan melipatnya dengan tekukan-tekukan untuk membentuk pola.

Salah satu warga binaan yang ikut membuat kreasi shibori, Hartini menerangkan, setelah dicelup dengan pewarna, kemudian dijemur hingga kering dan dibiarkan dulu empat hari, baru bisa dicuci. "Baru sekitar empat bulan menghuni rutan, sebelumnya, saya pelaku usaha mikro kecil menengah," kata Hartini.

Tak disangka, produk shibori yang dihasilkan mendapat respon yang positif oleh masyarakat.Ketika dibawa ke acara-acara pameran, banyak instansi tertarik dengan batik shibori. Untuk pembuatan sendiri tergantung pesanan, bahakan sehari bisa 15 kain shibori.

sebagai modal awal, para napi dapat bantuan dana dari petugas yang mendampingi. kini, mereka sudah punya uang kas untuk biaya operasional.selama 4 bulan ini sudah terkumpul rp 7 juta uang kas mereka.

Yang menarik, para napi juga dapat penghasilan meski tinggal di dalam tahanan. hartini mengaku, sudah mengantongi duit hingga rp 1,5 juta selama membuat batik shibori.sebagian uang itu ia kirim untuk membantu keuangan orang rumah. sisanya dipakai untuk kehidupan sehari-hari di rutan.

Pengembangan usaha batik shibori oleh para warga binaan tak lepas dari campur tangan Dewi Nindya Sari, petugas lapas sekaligus pendamping para warga binaan.

Nindya awalnya tahu bahwa hartini punya pengetahuan untuk membuat karya batik shibori. Ia pun mengusulkan kepada atasannya untuk pembinaan warga binaan lain.

Awalnya, Nindya rela mengeluarkan uang untuk modal awal para warga binaan membuat batik. Kini, ia bangga karena shibori bikinan mereka disukai oleh masyarakat luas.

Batik shibori dijual dengan harga yang kurang lebih sama dengan harga pasaran. Shibori pewarna alam dihargai Rp 100.000 per lembar. 
Sementara pewarna sintetis dipatok Rp 80.000 per lembar, batik shibori yang dibuat di rutan memiliki banyak motif. Selain berkreasi, mereka juga membuat berdasarkan pesanan.

Kepala Rutan Trenggalek, Dadang Sudrajat, mengatakan, pihaknya akan mengembangkan produk batik shibori buatan warga binaan. Untuk promosi rencananya akan dikenalkan di sosial media dan lewat penjualan online. (yos)

Berita Terkait

Kreasi Batik Shibori Warga Binaan Rutan Trenggalek

Rambah Pasar Online Pasarkan Hasil Karya Warga Binaan

Belajar Membatik, Puluhan Warga Binaan Ciptakan Motif

Eks Narapidana Digembleng Jadi Koki
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  2 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  2 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber