Berita Terbaru :
Kebijakan Baru Pemkot Surabaya, Tidak Gunakan AC
Takut Dengan Suami, Ibu Muda Tega Buang Bayi
Sopir Truk Asal Semarang Ditemukan Meninggal di dalam Truk Saat Parkir di SPBU
Persiapan New Normal, Sekolah Lakukan Simulasi Belajar Mengajar
Forkopimda Wacanakan PSBB Hingga Lockdown Antar Kecamatan
Interplasi Dilakukan Lantaran Rekrutmen Pimpinan Bank Jatim Tak Kunjung Selesai
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Dilaporkan Pencemaran Nama Baik di Polrestabes Surabaya, Uci Flowdea Datangi Polda Jatim
Angka Positif Covid 19 Jatim Tembus 14 Ribu Orang
Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Warga Suku Tengger Gelar Perayaan Hari Raya Yadnya Kasada
Ngopi Sambil Keliling Kota Dengan Bus Coffe
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Awali Musim Panen Padi, Tradisi Metil Digelar Warga Munggut Madiun
KPU Ponorogo Dapat Gelontoran Dana Rp 5,9 Milyar Untuk APD Covid 19
   

Petani Resah, Harga Tembakau Turun Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  Senin, 18-11-2019 | 10:36 wib
Reporter : Avizal Ilmi
Harga tembakau kering yang terus merosot sejak sepekan terakhir, membuat para petani setempat menjadi resah. Foto Avizal Ilmi
Berita Video : Petani Resah, Harga Tembakau Turun Drastis
Bojonegoro pojokpitu.com, Para petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro resah akibat terus merosotnya harga tembakau pada musim panen. Harga tembakau kering rajang ditingkat petani, terus merosot sejak sepekan terakhir, dari awalnya kisaran harga Rp 30 ribu perkilogram, kini tinggal berkisar Rp 7 ribu tiap kilogramnya.

Kondisi tersebut dirasakan petani Kecamatan Boerno, Kabupaten Bojonegoro. Mereka khawatir, merosotnya harga tembakau makin tak terkendali, sehingga membuat merugi.

"Harga tembakau kering rajang daun tengah tinggal Rp 7 ribu per kilogram, atau turun drastis dibanding sepekan sebelumnya yang mencapai kisaran Rp 30 ribu per kilogram," kata Mujari salah satu petani.

Mujari mengaku hanya bisa pasrah, akibat anjloknya harga tembakau. Meskipun khawatir, sebab penurunan harga dapat mengancam pendapatan petani, atau bahkan mengalami kerugian besar.

Mujari berharap pemerintah turun tangan, sehingga harga tembakau kembali naik dan tidak membuat petani semakin merugi. (pul/vd:yan)

Berita Terkait

Antusias Petani Menanam Tembakau di Suasana Covid-19

Peredaran Tembakau Gorila Dikendalikan Narapidana

Petani Resah, Harga Tembakau Turun Drastis

Tidak Terpengaruh Rencana Kenaikan Cukai, Harga Tembakau Rajangan Kering Naik Dibanding Tahun Lalu
Berita Terpopuler
Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Peristiwa  3 jam

Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  6 jam

Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  14 jam

Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber