Berita Terbaru :
Viral, Aksi Patriotik Abang Becak Mengganti Bendera Rusak Dengan Baru Dari Hasil Urunan Sendiri
BNNP Musnahkan 11 Kilogram Barang Bukti Sabu
Pemkot Surabaya Gelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai
Abaikan Prokes, Ratusan Pelaku UMKM Berdesakan Ambil Formulir Bantuan Presiden
Gelar Aksi Demo, Puluhan Mahasiswa Blokir Jalur Pantura
Curi Emas Senilai Rp 128 Juta, Dua Pencuri Diringkus Polisi
Susur Sungai, Bupati Temukan Sampah Popok Bayi Potensi Mencemari
Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Derita Bocah 5 Tahun, Setelah Kaki Kanannya Harus Diamputasi
Pasca Kiyai Kampung Tarik Dukungan, Wakil Ketua Pemenangan Kelana Angkat Bicara
Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
Polisi Temukan Sapi Korban Pencurian
Kelabui Petugas, Miras Disembunyikan di Ladang Jagung
Pembelajaran Tatap Muka, Dindik Cek Kesiapan Sekolah
   

Mengenal Kreasi Cantik Kain Ecoprint Dengan Pewarna Alami
Rehat  Selasa, 19-11-2019 | 21:16 wib
Reporter : Moh. Hasan
Pamekasan pojokpitu.com, Warga Pamekasan punya berbagai cara untuk mengolah kain menjadi barang yang bernilai tinggi. Selain batik yang terkenal, di Pamekasan juga dikenalkan ecoprint. Yaitu tekhnik mencetak motif menggunakan bahan alami, seperti dedaunan ini bisa menghasilkan produk kain cantik.

Kain ecoprint dihasilkan menggunakan teknik pewarna alam  seperti dedaunan dan bunga. Seperti yang dibuat Dian Hendriana warga Lawangan Daya Kecamatan Kota Kabupaten Pamekasan.

Proses pembuatan cukup sederhana. Dimulai dengan peredaman kain, lalu kain dijadikan nahan dasar dan satu kain lainya sebagai penutup. Setelah itu diletakkan daun dari beberapa jenis. Seperti daun jati, daun afrika, dan daun kersen.

Kemudian ditutup dengan kain lainnya yang sudah direndam dengan tunjung. Lalu kemudian diratakan sehingga tidak ada gelembung udara di dalam kain tersebut.

Kemudian kain tersebut digulung dan diikat dengan kencang. Lalu dikukus sekitar satu setengah jam dengan api sedang. Baru kemudian bisa diangkat dan dilihat hasilnya.

Harga produk unggulan ini cukup bervariasi mulai Rp. 120 ribu hingga Rp. 600 ribu tergantung ukuran dan jenis kain yang digunakan."Saya memilih ecoprint karena ramah lingkungan dan lebih mudah dalam membuatnya," kata Dian Hendriana.

Untuk hasil produk berupa krudung dan lainnya sudah mulai dipesan dari kota-kota lain di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, dan Sumatera. (pul)

Berita Terkait

Titin Sudarsa Angkat Tenun Lamongan

Mengenal Kreasi Cantik Kain Ecoprint Dengan Pewarna Alami

Pasar Kain Tenun Ikat Lamongan Sampai ke Timur Tengah

Lebaran Tinggal Menghitung Hari, Pedagang Kain Gigit Jari
Berita Terpopuler
Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Tergantung Izin Kepala Daerah
Pendidikan  9 jam

Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Peristiwa  5 jam

Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Malang Raya  6 jam

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Metropolis  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Jatim Awan

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber