Berita Terbaru :
KPU Jatim Hanya Tetapkan 40 Pasangan Calon
Kasus Covid Bertambah, Pemkab Aktifkan Kembali Ruang Isolasi Desa
Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Dilaporkan Istri Terkait Dugaan KDRT
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
   

Tari Anak Kolosal Bajul Ijo Pecahkan Rekor Muri
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 20-11-2019 | 07:23 wib
Reporter : Syadid Fahmi
Pemecahan rekor Muri sebagai pembukaan dalam acara festival hak asasi manusia yang bertempat di Kabupaten Jember.
Jember pojokpitu.com, Tari anak kolosan bajul ijo oleh lebih dari 5.000 siswa siswi taman kanak - kanak se Kabupaten Jember mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia.

Tarian bajul ijo yang dalam Bahasa Indonesia berarti buaya hijau menceritakan tentang keceriaan dan kegembiraan anak-anak. Tarian berpesan, agar anak-anak tidak boleh nakal dan harus selalu rajin belajar. tidak seperti bajul, yang selalu bermalas-malasan setelah selesai makan. 

Tarian kolosal bajul ijo merupakan pembuka dalam acara festival HAM ke 6 tahun 2019 yang bertempat di Kabupaten Jember. Sebanyak 5.273 anak dari taman kanak-kanak se-Kabupaten Jember berhasil memecahkan MURI, dengan tari anak kolosal terbanyak. Bahkan tari kolosal anak bajul ijo ini juga tercatat sebagai rekor dunia.

Bupati Jember dr.Faida menyampaikan, pemcahan rekor MURI dalam pembukaan festival hak asasi manusia tahun 2019 bertujuan, bahwa festival HAM bukan hanya kebutuhan orang dewasa. Namun menyangkut hak anak- anak.

"Dalam festival HAM tahun ini, Pemerintah Kabupaten Jember bersama tokoh dunia serta penggiat  HAM berkomitment untuk menyetop kekerasan terhadap anak, salah satunya dengan membuat resolusi langkah - langkah untuk menghentikan kekerasan terhadap anak," kata dr.Faida,

Festival HAM ke 6 berlangsung dari tanggal 19 sampai 21 November 2019. (PUL)

Berita Terkait

Sekolah Bakal Fasilitasi Wali Murid Yang Kesulitan Ambil Pin

Nuzulul Quran dan Khotmil Quran Kubro Online Dapat Hadiah Muri

Tari Anak Kolosal Bajul Ijo Pecahkan Rekor Muri

Polisi Periksa Teman dan Guru Korban Bully
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  12 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  14 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  5 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  13 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber