Berita Terbaru :
Takut Dengan Suami, Ibu Muda Tega Buang Bayi
Sopir Truk Asal Semarang Ditemukan Meninggal di dalam Truk Saat Parkir di SPBU
Persiapan New Normal, Sekolah Lakukan Simulasi Belajar Mengajar
Forkopimda Wacanakan PSBB Hingga Lockdown Antar Kecamatan
Interplasi Dilakukan Lantaran Rekrutmen Pimpinan Bank Jatim Tak Kunjung Selesai
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Dilaporkan Pencemaran Nama Baik di Polrestabes Surabaya, Uci Flowdea Datangi Polda Jatim
Angka Positif Covid 19 Jatim Tembus 14 Ribu Orang
Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Warga Suku Tengger Gelar Perayaan Hari Raya Yadnya Kasada
Ngopi Sambil Keliling Kota Dengan Bus Coffe
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Awali Musim Panen Padi, Tradisi Metil Digelar Warga Munggut Madiun
KPU Ponorogo Dapat Gelontoran Dana Rp 5,9 Milyar Untuk APD Covid 19
Pandemi Covid-19, Penghoby Aquascape Meningkat
   

Nikah Massal, Kakek 81 Tahun Nikahi Nenek 63 Tahun
Rehat  Kamis, 21-11-2019 | 13:47 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Dua puluh pasangan calon suami istri mengikuti nikah massal gratis di Pendopo Kabupaten Tuban. Acara ini merupakan rangkaian hari jadi Kabupaten Tuban yang ke-726. Uniknya, salah mempelai pria berusia lebih dari 80 tahun.

Suasana berbeda terlihat di Pendopo Krido Manunggal Kabupaten Tuban, 20 pasangan calon suami istri berjalan masuk pendopo untuk mengikuti nikah massal yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban. Uniknya, beberapa diantaranya merupakan pasangan kakek nenek.

Pernikahan massal ini merupakan rangkauan hari jadi Kabupaten Tuban ke 726, acara ini digelar untuk mengurangi jumlah pasangan yang sudah tinggal dalam satu rumah selama bertahun tahun, namun belum terikat pernikahan resmi dari negara.

Dari 20 pasangan pengantin itu, 18 pasang diantaranya sudah hidup serumah layaknya suami istri yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Untuk itu dengan pernikahan massal gratis ini, diharapkan dapat membantu masyarakat yang kurang mampu agar tetap dapat melaksanakan pernikahan, sehingga tidak ada lagi pasangan kumpol kebo.

Pernikahan massal gratis ini, didominasipasangan pengantin dari Kecamatan Semanding 6 pasang dan Kecamatan Kenduruan 4 pasang. Pasangan pengantin itu, secara serentak dinikahkan oleh para penghulu, dan disaksikan oleh para undangan dan keluarga pengantin.

Uniknya, salah satu pasangan pengantin berusia lanjut, yakni Nor Damuri (81) yang menikah dengan Mulyaningsing (63. Kedua merupakan warga Desa Jetis, Kecamatan Kenduruan, Tuban.

Keduanya mengaku senang dapat mengikuti pernikahan massal gratis ini dan sah secara administrasi negera. Karena selama ini, keduanya telah tinggal bersama selama tiga tahun, tanpa ikatan suami istri yang sah dari negara.

Menurut Bupati Tuban, Fathul Huda, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kabupaten, untuk membantu masyarakat yang ingin menikah tapi tidak memiliki biaya. 

"Diharapkan kedepan, tidak ada lagi pasangan yang menjalin hubungan dan telah tinggal satu rumah tapi belum melangsungkan pernikahan secara sah," kata Fathul Huda. (yos) 

Berita Terkait

Nikah Massal, Kakek 81 Tahun Nikahi Nenek 63 Tahun

Walikota Madiun Mantu, Gelar Nikah Massal Gratis

Nikah Massal, Pasangan Tertua Akhirnya Bahagia

Nikah Massal, 15 Pasangan Ijab Qabul di Pendopo Kabupaten Tuban
Berita Terpopuler
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  5 jam

Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Spesialis Pencuri HP dan Penadah Diringkus Polisi Magetan
Peristiwa  9 jam

Para Bakal Calon Berebut Suara Warga NU di Pilkada Sumenep
Pilkada  12 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber