Berita Terbaru :
Rogoh Setengah Miliar Rupiah Untuk Poles Hutan Kota
Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Ratusan Warga Berebut Air Bersih
48 Ruas Jalan Desa Diambil Alih Pemkab Magetan
Himpitan Ekonomi, Kasus Perceraian di Kabupaten Madiun Capai 1.635
Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Distempel
Polres Malang Luncurkan Kendaraan SKCK Keliling
LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Hasil Operasi, 657 Warga Tidak Bermasker Terjaring Satgas Covid 19
   

Dorong Inovasi Para OPD, Trenggalek Innovation Festival Digelar
Rehat  Kamis, 21-11-2019 | 18:35 wib
Reporter : Simon Bagus, Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan Trenggalek Innovation Festival (TIF) yang digelar selama 2 hari mulai dari tanggal 21 November 2019 sampai 22 November 2019.

Festival tersebut berisi berbagai macam kegiatan, acara tersebut merupakan pameran terkait inovasi-inovasi para Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Program-program terbaru Pemkab Trenggalek, diresmikan di acara ini.Mulai dari sepeda keren (Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan), Rumah Perempuan, Smart Center dan PKSAI (Program Kesejahteraan Sosial Anak Interaktif)

Bupati Trenggalek, Mocahamad Nur Arifin, mengatakan, dari kegiatan Tif ini ia ingin menjadi kepala daerah yang sevisi dengan presiden. Presiden pernah mengatakan bahwa jadikanlah inovasi menjadi budaya. "Maka harus dimulai dari daerah yang menggagas berbagai inovasi seperti diadakannya kegiatan seperti TIF ini," kata Mocahamad Nur Arifin.

Tujuan dari kegiatan TIF ini untuk memberi tahu ke masyarakat bahwa trenggalek punya berbagai inovasi pelayanan yang bisa diandalkan.

Masyarakat sendiri bisa memberi masukan terhadap inovasi yang dipamerkan tiap-tiap OPD, dengan disediakannya dinding harapan. Jadi setelah melihat inovasi bisa langsung menulis apa kurangnya inovasi tersebut. "Selain itu,inovasi dari para opd juga akan dilombakan di tingkat kabupaten bahkan nasional," imbuhnya.

Dijelaskan inisiator sepeda keren, Novita Hardini, sepeda keren sendiri akan berfokus pada kegiatan yang didalamnya tentang edukasi, bagaimana perempuan, anak dan kelompok rentan diberikan pemahaman dalam pengambilan keputusan yang tepat. "Juga agar perempuan bisa mandiri dalam menyelesaikan segala rantai permasalahan sosial yang ada," kata Novita Hardini.

Lalu perempuan juga harus terlibat dan berpartisipasi dalam merencanakan pembangunan dimulai dari tingkat desa."Jangan sampai ada ketimpangan antara perempuan dan laki-laki, yang membuat pembangunan menjadi sulit dikarenakan banyaknya kepahaman yang tidak samam," ujar Novita Hardini. (yos)

Berita Terkait

Malam Penganugerahan Festival Film Dokumenter New Normal?

Ribuan Warga Berebut 2020 Durian Dalam Kenduri Durian

Kampung Desa Sukowono Surga Durian Lokal Berbagai Jenis

Puluhan Jenis Duren Lokal Lumajang Ikut Kontes
Berita Terpopuler
Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  2 jam

Hasil Operasi, 657 Warga Tidak Bermasker Terjaring Satgas Covid 19
Peristiwa  8 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  8 jam

Polres Malang Luncurkan Kendaraan SKCK Keliling
Malang Raya  6 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber