Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Dorong Inovasi Para OPD, Trenggalek Innovation Festival Digelar
Kamis, 21-11-2019 | 18:35 wib
Oleh : Simon Bagus, Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan Trenggalek Innovation Festival (TIF) yang digelar selama 2 hari mulai dari tanggal 21 November 2019 sampai 22 November 2019.

Festival tersebut berisi berbagai macam kegiatan, acara tersebut merupakan pameran terkait inovasi-inovasi para Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Program-program terbaru Pemkab Trenggalek, diresmikan di acara ini.Mulai dari sepeda keren (Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan), Rumah Perempuan, Smart Center dan PKSAI (Program Kesejahteraan Sosial Anak Interaktif)

Bupati Trenggalek, Mocahamad Nur Arifin, mengatakan, dari kegiatan Tif ini ia ingin menjadi kepala daerah yang sevisi dengan presiden. Presiden pernah mengatakan bahwa jadikanlah inovasi menjadi budaya. "Maka harus dimulai dari daerah yang menggagas berbagai inovasi seperti diadakannya kegiatan seperti TIF ini," kata Mocahamad Nur Arifin.

Tujuan dari kegiatan TIF ini untuk memberi tahu ke masyarakat bahwa trenggalek punya berbagai inovasi pelayanan yang bisa diandalkan.

Masyarakat sendiri bisa memberi masukan terhadap inovasi yang dipamerkan tiap-tiap OPD, dengan disediakannya dinding harapan. Jadi setelah melihat inovasi bisa langsung menulis apa kurangnya inovasi tersebut. "Selain itu,inovasi dari para opd juga akan dilombakan di tingkat kabupaten bahkan nasional," imbuhnya.

Dijelaskan inisiator sepeda keren, Novita Hardini, sepeda keren sendiri akan berfokus pada kegiatan yang didalamnya tentang edukasi, bagaimana perempuan, anak dan kelompok rentan diberikan pemahaman dalam pengambilan keputusan yang tepat. "Juga agar perempuan bisa mandiri dalam menyelesaikan segala rantai permasalahan sosial yang ada," kata Novita Hardini.

Lalu perempuan juga harus terlibat dan berpartisipasi dalam merencanakan pembangunan dimulai dari tingkat desa."Jangan sampai ada ketimpangan antara perempuan dan laki-laki, yang membuat pembangunan menjadi sulit dikarenakan banyaknya kepahaman yang tidak samam," ujar Novita Hardini. (yos)

Berita Terkait


Festival Turonggo Yakjazz, Perpaduan Musik Jazz Dengan Kesenian Turonggo Yakso

Ratusan Model Ramaikan Festival Batik Majapahit di Kota Mojokerto

Risma Ikut Menari dan Menyanyi Dalam Festival Papua

Dorong Inovasi Para OPD, Trenggalek Innovation Festival Digelar


Ratusan Layang-Layang Unik Ikuti Festival di Tuban

Pecinta Kegiatan Outdoor Dimanjakan di Festival Outdoor Indonesia

Festival Bengawan 2019 Diawali Bersih Bantaran Bengawan Solo

Digelar 2 Hari, The 90s Festival Menghadirkan 38 Musisi

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber