Berita Terbaru :
Sangat Peduli, Warga Ini Bagi Makanan Gratis Saat Wabah Corona
Sangat Peduli, Warga Ini Bagi Makanan Gratis Saat Wabah Corona
Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
   

Batik Kedung Cangkring yang Terlupakan
Metropolis  Minggu, 24-11-2019 | 09:10 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Salah satu upaya melestarikan kembali batik tulis khas kedungcangkring Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo ini dengan cara memberikan edukasi terhadap masyarakat setempat. Foto: Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Sempat punah dalam berproduksi batik, sebuah desa diwilayah Jabon Kabupaten Sidoarjo, mulai menggerakkan belasan warganya untuk kembali sebagai pengerajin batik. Konon Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, merupakan tempat pengerajin batik terlama di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Bahkan di Jawa Timur pada waktu di zaman mongolia atau sebelum kemerdekaan Indonesia. Gerakan tersebut sebagai upaya dalam menghidupakan kembali sejarah pengerajin batik kedungcangkring yang terlupakan.

Mereka diajarakan berlatih dalam membuat batik tulis dari sejumlah pembimbing yang ahli dalam membatik dengan cara metode tradisional.
 
Digelarnya pelatihan membatik bagi warga ini, merupakan sebagai upaya dalam menghidupkan kembali pengerajin batik diwilayah kedungcangkring. Konon, wilayah desa ini merupakan tempat pengerajin batik tulis terlama se Kabupaten Sidoarjo, bahkan se Jawa Timur dimasa zaman mongolia atau sebelum kemerdekaan Indonesia.
 
Namun, seiringnya waktu dan zaman Desa Kedungcangkring yang dulunya sebagai tempat produksi batik terbesar kini hanya tinggal nama lantaran sang penerus banyak yang sudah meninggal dunia.

Meski demikian, warga Kedungcangkring kembali berupaya ingin mengembalikan sejarah yang sempat terlupakan dengan cara belajar membatik tulis khas desanya, karena batik tulis kedungcangring memiliki corak dan motif yang berbeda dengan batik-batik lainnya.
 
Cara pembuatan batik didesa ini mungkin sama dengan pengerajin-pengerajin pada umumnya dengan bahan baku canting, kain putih dan lilin berwana coklat. Namun, seni karakterisasi batik kedungcangkring bercorak warna warni yang menggambarkan dedaunan dan pepohonanan.
 
Zainudin Fanani,Kades Kedungcangkring Jabon, menjelaskan, pihaknya melakukan pelatihan membatik bagi warganya dengan harapan agar mereka menjadi penerus sebagai pengerajin batik tulis yang sempat punah.

"Oleh sebab itu, pihak desa menggerakkan warganya untuk memulai menghidupkan kembali sejarah dalam melestarikan batik tulis khas kedungcangkring," kata Zainudin Fanani. (yos)

Berita Terkait

Batik Ciprat Karya Kaum Disabilitas

Batik Motif Jepan Khas Genilangit Menambah Khazanah Budaya Daerah Magetan

Siswa SD Belajar Membuat Batik Eco Print

Ini Dia Batik Shibori Bikinan Mahasiswa
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  1 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  56 menit



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber