Berita Terbaru :
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
   

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering
Mataraman  Selasa, 26-11-2019 | 06:12 wib
Reporter : Edwin Adji
Pacitan pojokpitu.com, Dampak kemarau panjang membuat sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pacitan, berkurang hingga 60 persen. Bahkan beberapa diantaranya telah mengering, akibatnya pasokan air bersih ke ratusan pelanggan pun di berhentikan sementara.

Tak kunjung turun hujan membuat sejumlah wilayah terdampak kekeringan kini kondisinya semakin parah. Bahkan sumber baku PDAM pun tak luput di landa kekeringan.

Salah satu sumber air baku milik pdam yang mengering adalah embung kowang, di Desa Penggung, Kecamatan Nawangan, Pacitan.  Embung seluas kurang lebih 1 hektar tersebut mengering, akibat  dampak dari kemarau panjang .

Terlihat air yang tersisa kini kondisinya keruh dan tidak bisa lagi ambil, retakan tanah juga terlihat hampir  diseluruh dasar embung.
Sebelumnya, air dari embung kowang ini,dialirkan ke 293 pelanggan pdam di tiga desa, yakni  Desa Penggung,Desa Pakis Baru dan Desa Ngromo, Kecamatan Nawangan. Namun sejak seminggu terakhir, aliran air putus total.

Parto, warga setempat mengatakan, embung kowang ini sebelumnya belum pernah kering, pada musim kemarau sebelumnya. Air baku PDAM itu masih bisa dialirkan keseluruh pelanggan.

Namun kemarau pada tahun 2019 kali ini yang terjadi selama 8 bulan lamanya, mengakibatkan sumber pdam tersebut nyaris kering kerontang.  "Selain dampak musim kemarau, dangkalnya embung juga menjadi salah satu penyebabnya. Embung yang awalnya sedalam 8 meter itu kini tinggal separuhnya saja karena tertimbun lumpur," kata Parto.

Agus Suseno, Direktur PDAM Pacitan, menjelaskan, Akibat mengeringnya air baku pdam itu, pelayanan di  pdam upt penggung  berhenti total, kantor PDAM nampak sepi tanpa ada aktifitas pekerja. "Untuk sementara waktu  seluruh pelanggan PDAM pun dibebaskan dari operasional biaya bulanan," kata Agus Suseno.

Selain sumber PDAM UPT Penggung di Kecamatan Nawangan yang sudah tidak bisa mengairi ratusan rumah warga, beberpa titik sumber baku lainnya juga terancam dengan kondisi serupa, apabila tak segera turun hujan. (yos)

Berita Terkait

Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis

Penyalahgunaan Lahan Sebabkan Kekeringan Berulang di Jatim

Kemarau Panjang 4 Waduk Kering, Tanaman Jagung Mati

79 Desa di 22 Kecamatan Berpotensi Alami Kekeringan, BPBD Bojonegoro Mulai Droping Air Bersih
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  10 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  12 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  4 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  11 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber