Berita Terbaru :
DPP Bisa Langsung Daftarkan Calon Yang Diusung
New Normal Persiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Polsek Sukolilo Tangkap 1 DPO Pengeroyokan di Medokan, 2 DPO Masih Buron
Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Memasak
Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
   

Sangkar Burung, Penyambung Hidupku
Sosok  Rabu, 27-11-2019 | 01:06 wib
Reporter : Edwin Adji
Semangat Tumardi warga Kecamatan Tulakan, untuk terus berjuang hidup. Foto Edwin
Berita Video : Sangkar Burung, Penyambung Hidupku
Pacitan pojokpitu.com, Meski kemiskinan selalu menjerat hidupnya,namun tak menyurutkan semangat Tumardi warga Kecamatan Tulakan, untuk terus berjuang hidup.

Dengan keterbatasan fisik yang ia miliki, Pria 52 tahun ini berusaha membuat sangkar burung dari bambu, yang diharapkan bisa menghasilkan lembaran-lembaran rupiah.

Kondisi tubuh yang kian lemah tak menyurutkan semangat hidupnya, Tumardi warga Dusun Pojok,Desa Wonoanti Kecamatan Tulakan Pacitan. Bisa menikmati hari baru, adalah anugerah yang tak pernah ternilai bagi dirinya.

Meski setiap hari kemiskinan tak pernah lepas menjerat hidupnya, serta kondisi kelumpuhan pada kaki akibat kecelakaan saat usia 17 tahun lalu selalu menjadi penghambat aktiitasnya.

Tidak memiliki bekal pendidikan yang cukup, membuat lelaki 52 tahun ini harus memutar otak agar bisa menghasilkan lembaran rupiah  guna memenuhi kebutuhan keluarganya.

Maka membuat sangkar burung dari bambu inilah, menjadi jalan keluar yang paling terjangkau di kantongnya saat ini. Bambu yang sudah kering ini kemudian ia bentuk sedemikian rupa dengan menggunakan mesin yang sudah usang.

Kerangka sangkar burung yang sudah jadi kemudian ia beri warna menggunakan cat, agar lebih di minati oleh pembeli. Meski harus memerlukan waktu yang cukup panjang dalam proses pengerjaannya, namun menurutnya untuk penjualan terbilang tidak banyak.

Hal ini karena banyak ditemukan sangkar burung yang sudah terjual di pasaran yang lebih murah dari pada miliknya. Namun disitu Tumardi kadang harus bersaing untuk masalah kualitas sangkar burung yang dibuatnya.

Karena jika tidak, sangkar burung yang ia buat bakal tidak laku, dan mencari hutangan ke teetangganya menjadi satu-satunya jalan yang ia tempuh.

Hidup dengan kondisi yang memprihatinkan menurutnya adalah takdir yang di gariskan oleh sang maha kuasa. Namun dirinya yakin, tuhan tidak akan menghalangi usaha untuk merubah takdir  itu menjadi lebih baik.

Satu yang menjadi keinginannya saat ini ialah, rumah yang sudah termakan usia tersebut  bisa dijadikan lebih baru, agar setidaknya bisa di gunakan berteduh dari air hujan dan teriknya matahari. (yos/vd:yan)

Berita Terkait

Sangkar Burung Lokal Kirim Hingga Amerika

Penangkaran Burung Murai Batu Beromset Puluhan Juta Perbulan

Sangkar Burung, Penyambung Hidupku

Perajin Sangkar Burung Kewalahan Layani Pesanan
Berita Terpopuler
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Rehat  8 jam

Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Mema...selanjutnya
Life Style  7 jam

New Normal Persiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Pendidikan  4 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
Pojok Pitu

Salah Menyulut Rokok, Tabung Gas LPG Meledak
Pojok Pitu

Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Jatim Awan

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber