Berita Terbaru :
Siswa SMK di Blitar Produksi 2000 APD Gratis Untuk Tim Medis
Pemanfaatan Gas Metan Hasil Pengolahan Sampah TPA Selopuro
Dua Minggu Tutup Pedagang Konveksi PBM Kembali Buka
Tempat Duduk Bus Harus Diberi Pembatas
DPUTR: Semua Ada di LPSE, Jangan Asal Nuding
Stabilkan Ekonomi Terdampak Covid 19, Pemda Berikan Beras Ke Warga
Sering Dijadikan Tempat Berkumpul, Taman Tajamara Disemprot Disinfectan
Rusunawa Pesantren Jombang Siap Tampung 80 Pemudik
Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Dapur Naik
   

Masuk Masa Panen Raya, Ribuan Nangka Mulai Dipanen
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 27-11-2019 | 06:15 wib
Reporter : Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Anda akan kurang afdhol datang ke Kabupaten Lumajang, tanpa mampir ke sentra perkebunan nangka di Kecamatan Ranuyoso.

Apalagi pada musim panen saat ini, ribuan buah nangka ini mulai untuk memenuhi permintaan pasar buah di Indonesia. Selain ukuranya yang besar, buah nangka di daerah ini terkenal sehat, karena ditanam tanpa menggunakan pupuk kimia, atau organik. pun harganya relatif murah. 

Desa Meninjo, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang ini merupakan salah satu daerah penghasil nangka terbanyak di Lumajang. Karena hampir seluruh masyarakat di desa ini memiliki pohon nangka yang ditanam di kebun hingga pekarangan rumahnya.

Seperti yang dilakukan Niden. Ia dibantu empat pekerjanya bisa memanen antara seratus lima puluh hingga dua dua ratus buah nangka perharinya.  Memasuki masa panen raya ini, per pohon bisa menghasilkan hingga lima puluh buah nangka yang matang. Mulai dari jenis nangka salak, nangka malan hingga nangka bubur.

Namun, nangka salak di daerah ini yang menjadi andalannya. Karena selain memiliki tekstur daging yang tebal, warna orange membuah lidah tak mampu menahannya, rasanya tentu manis dan legit.

Menjadi primadona, buah ini pun selalu dinanti untuk dipasok ke sejumlah pasar buah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Jakarta. "Harganya pun bervariasi, disini para petani menjual nangka salak ini mulai dari harga Rp 40 ribu hingga Rp 80 ribu rupiah, tergantung ukurannya," kata Niden.

Tak hanya dagingnya yang tebal, empuk dan renyah, nangka khas ranuyoso ini menjadi primadona, karena tak menggunakan pupuk pertisida, melainkan dipupuk secara organik.

Selama masuk masa panen raya, volume nangka di daerah ini mencapai hingga lima ribu buah perharinya.  (yos)

Berita Terkait

Masuk Masa Panen Raya, Ribuan Nangka Mulai Dipanen

Warga Simorejo Panen Sayuran Hidroponik

Sensasi Panen Raya di Agrowisata Mini Surabaya

Ratusan Warga Gelar Ritual Metil Padi Untuk Awali Panen Raya
Berita Terpopuler
Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Dapur Naik
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Stabilkan Ekonomi Terdampak Covid 19, Pemda Berikan Beras Ke Warga
Ekonomi Dan Bisnis  6 jam

Sering Dijadikan Tempat Berkumpul, Taman Tajamara Disemprot Disinfectan
Peristiwa  7 jam

Tempat Duduk Bus Harus Diberi Pembatas
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber