Berita Terbaru :
DPP Bisa Langsung Daftarkan Calon Yang Diusung
New Normal Persiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Polsek Sukolilo Tangkap 1 DPO Pengeroyokan di Medokan, 2 DPO Masih Buron
Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Memasak
Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
   

Diperkenalkan Mainan Tradisional Untuk Menghilangkan Kecanduan Gadget
Rehat  Minggu, 01-12-2019 | 01:20 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Bermula dari keresahannya melihat anak-anak maupun remaja bermain gadget, membuat warga di sidoarjo jawa timur mendirikan kampung lali gadget. Tak hanya dikenalkan beragam permainan tradisional seperti egrang, dakon, wayang dan balon gelembung. Namun sebagai upaya melestarikan warisan budaya bangsa serta mengurangi kecanduan anak bermain gawai.

Kampung lali gadget ini berada di Dusun Bendet, Desa Pager Ngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo Jawa Timur. Di tempat ini, anak-anak dikenalkan dengan beragam permainan tradisional seperti egrang, dakon, balon gelembung, menembak botol gunukan peluru kertas, wayang dan lain sebagainya. alhasil, mereka sangat antuasias melakukan permainan tersebut.
 
Kampung lali gadget ada sejak April 2018 lalu, yang dicetuskan oleh seorang pemuda bernama ahmad irfandi, yang resah melihat warga maupun anak-anak di tempatnya bermain gawai, sehingga mereka tak pernah bersosialisasi dengan teman-temannya.
 
Irfandi yang dibantu sejumlah komuntasi dan karang taruna desa setempat, kemudian mendeklarasikan menjadi kampung lali gadget, dengan harapan anak-anak maupun warga terus melestarikan permainan tradisional sedini mungkin, serta mengurangi bermain gawai yang dinilai dapat menyebabkan gangguan kejiwaan bila berlebihan menggunakannya.
 
"Kini kampung lali gadget ramai didatangi anak-anak yang ada di desa setempat, maupun desa sekitarnya. Bahkan jika ada anak yang membawa handphone saat bermain ke kampung ini, harus ditaruh di tempat khusus," kata Ahmad Irfandi.

Sujoko Kuswanto, salah satu orang tua mengapresiasi adanya kampung lali gadget. Karena anak-anak dapat mengurangi bermain gawai, dan bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya.
 
Meski belum mendapatkan dukungan seratus persen dari pemerintah desa setempat, namun ia berharap kampung lali gadget ini menjadi kampung percontohan bagi kampung lain, untuk terus mengkampanyekan permainan tradisional dan mengurangi bermain gawai sedini mungkin. (yos)

Berita Terkait

Menarik, Gambar Kartun Bertema Menolak Candu Gagdet Pada Anak

Bunda Baca Tegaskan Batasi Penggunaan Gadget Pada Anak

Diperkenalkan Mainan Tradisional Untuk Menghilangkan Kecanduan Gadget

Adiksi Gadget Pada Anak dan Remaja Akibat Kurang Perhatian Orang Tua
Berita Terpopuler
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Rehat  8 jam

Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Mema...selanjutnya
Life Style  7 jam

New Normal Persiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Pendidikan  5 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
Pojok Pitu

Salah Menyulut Rokok, Tabung Gas LPG Meledak
Pojok Pitu

Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Jatim Awan

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber