Berita Terbaru :
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Balik Kanan
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
   

Perkara Rasisme Papua Terungkap Berkat Patroli Cyber
Hukum  Senin, 02-12-2019 | 18:03 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Kasus rasisme saat kerusuhan di Asrama Papua di Jalan Kalasan Surabaya, ternyata terungkap berkat Patroli Cyber Polda Jatim. Anehnya, meski berhasil mengungkap, Tim Cyber Polda tak berani memastikan terdakwa Syamsul Arifin yang berkata rasis saat kerusuhan di Asrama Papua di Jalan Kalasan Surabaya.

Sidang kasus rasisme saat kerusuhan di Asrama Papua di Jalan Kalasan Surabaya, digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Senin siang. Kali ini, terdakwa Syamsul Arifin menjalani sidang terlebih dahulu dengan agenda keterangan saksi dua polisi, dari Polda Jatim dan Polsek Tambaksari.

Dalam keterangannya, Adi Setiawan, anggota Cyber Polda Jatim mengungkapkan bila kasus rasisme saat kerusuhan di Asrama Papua di Jalan Kalasan Surabaya, terungkap berkat patroli cyber. Saat itu, pihaknya menemukan adanya postingan kerusuhan di Asrama Papua yang diupload di salah satu akun media facebook, bernama Viral Indonesia.

Menariknya, Tim Cyber tak mengetahui siapa pemilik akun Viral Indonesia tersebut. Anehnya lagi, Tim Cyber tak bisa memastikan bila dalam video tersebut, terdakwa Syamsul Arifin terbukti melakukan rasisme dengan berkata monyet.

Keterangan yang sama juga dikatakan saksi Mahfud, anggota Polsek Tambaksari. Meski berada di lokasi, Mahfud mengatakan bila dirinya tak tahu bila terdakwa Syamsul Arifin berkata rasis. Keterangan dua polisi ini membuat terdakwa Syamsul Arifin berada di atas angin.

Usai sidang Syamsul Arifin, sidang yang dipimpin hakim Yohanes ini dilanjutkan dengan sidang Tri Susanti alias Mak Susi. Berbeda dengan Syamsul Arifin, terdakwa Mak Susi ini mengajukan eksepsi yang dibacakan secara bergantian oleh lima penasehat hukumnya.

Dalam eksepsinya, penasehat hukum Mak Susi menyatakan bila dakwaan jaksa penuntut umum kabur dan kasus Mak Susi tidak ada hubungannya dengan kasus kerusuhan di Papua dan Manokwari. Sidang perkara rasisme di Asrama Mahasiswa Papua ini akan dilanjutkan Kamis mendatang. (end)

Berita Terkait

Perkara Rasisme Papua Terungkap Berkat Patroli Cyber
Berita Terpopuler
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  7 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  5 jam

LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
Kesehatan  6 jam

Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Olah Raga  4 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber