Berita Terbaru :
Warga ODP Meninggal Pemakaman Sesuai Protokol Covid 19
Keluarga PDP Meninggal Dunia di Tuban Negatif Covid-19
Bupati dan Forkopinda Bagi - Bagi Masker dan Sembako
Tunda Mudik Atau Diisolasi 14 Hari
RSUD Tongas Khusus Untuk Pasien Covid 19 Resmi Bisa Digunakan
Gedung DPRD Jatim Diusulkan Menjadi Rumah Sakit Darurat Khusus Pasien Covid-19
Pembagian Makan Gratis Abaikan Physical Distancing
Polisi Bubarkan Sabung Ayam dan Keramaian Warga
Kesal Tak Dibelikan, Dua Gadis di Pasuruan Nekad Mencuri Motor
Gara-Gara Uang 10 Juta, Pengacara Diadili
Petugas Amankan, Puluhan Remaja yang Bandel Ditengah Wabah Corona
Pelatihan di Surabaya, Petugas Medis Positif Covid-19
Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Ditlantas Polda Jatim Laksanakan Ops Keselamatn Semeru Gantikan Ops Simpati
Kasus Positif Covid 19 di Jatim Menjadi 189 Orang
   

Perkara Rasisme Papua Terungkap Berkat Patroli Cyber
Hukum  Senin, 02-12-2019 | 18:03 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Kasus rasisme saat kerusuhan di Asrama Papua di Jalan Kalasan Surabaya, ternyata terungkap berkat Patroli Cyber Polda Jatim. Anehnya, meski berhasil mengungkap, Tim Cyber Polda tak berani memastikan terdakwa Syamsul Arifin yang berkata rasis saat kerusuhan di Asrama Papua di Jalan Kalasan Surabaya.

Sidang kasus rasisme saat kerusuhan di Asrama Papua di Jalan Kalasan Surabaya, digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Senin siang. Kali ini, terdakwa Syamsul Arifin menjalani sidang terlebih dahulu dengan agenda keterangan saksi dua polisi, dari Polda Jatim dan Polsek Tambaksari.

Dalam keterangannya, Adi Setiawan, anggota Cyber Polda Jatim mengungkapkan bila kasus rasisme saat kerusuhan di Asrama Papua di Jalan Kalasan Surabaya, terungkap berkat patroli cyber. Saat itu, pihaknya menemukan adanya postingan kerusuhan di Asrama Papua yang diupload di salah satu akun media facebook, bernama Viral Indonesia.

Menariknya, Tim Cyber tak mengetahui siapa pemilik akun Viral Indonesia tersebut. Anehnya lagi, Tim Cyber tak bisa memastikan bila dalam video tersebut, terdakwa Syamsul Arifin terbukti melakukan rasisme dengan berkata monyet.

Keterangan yang sama juga dikatakan saksi Mahfud, anggota Polsek Tambaksari. Meski berada di lokasi, Mahfud mengatakan bila dirinya tak tahu bila terdakwa Syamsul Arifin berkata rasis. Keterangan dua polisi ini membuat terdakwa Syamsul Arifin berada di atas angin.

Usai sidang Syamsul Arifin, sidang yang dipimpin hakim Yohanes ini dilanjutkan dengan sidang Tri Susanti alias Mak Susi. Berbeda dengan Syamsul Arifin, terdakwa Mak Susi ini mengajukan eksepsi yang dibacakan secara bergantian oleh lima penasehat hukumnya.

Dalam eksepsinya, penasehat hukum Mak Susi menyatakan bila dakwaan jaksa penuntut umum kabur dan kasus Mak Susi tidak ada hubungannya dengan kasus kerusuhan di Papua dan Manokwari. Sidang perkara rasisme di Asrama Mahasiswa Papua ini akan dilanjutkan Kamis mendatang. (end)

Berita Terkait

Perkara Rasisme Papua Terungkap Berkat Patroli Cyber
Berita Terpopuler
Bupati Siapkan Hotel dan Gedung Sekolah Untuk Karantina Pemudik
Peristiwa  16 jam

Tunda Mudik Atau Diisolasi 14 Hari
Peristiwa  3 jam

Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Metropolis  6 jam

Wabup: Proyek Jembatan Gempol Jadi Catatan Buruk Dinas PUPR dan Rekanan
Sorot  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber