Berita Terbaru :
Warga Menolak Janazah Cucu Pengikut Aliran Syiah Dikubur di Desanya
Libur Panjang, KAI Prediksi Terjadi Kenaikan Penumpang 15 Persen
Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk
DPW PSI Deklarasi Menangkan Machfud Arifin-Mujiaman
Diduga Lakukan Ujaran Kebencian dan Pembohongan Publik, Risma-Irvan Dilaporkan Polda
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
Diterjang Angin Kencang, Pohon Angsana Tumbang Dan Tutupi Badan Jalan Pantura
Sering Memangsa Ternak, Ular Sanca Berukuran Besar Ditangkap Warga
Belum Dimanfaatkan, Bangunan Ngawi Food Street Mulai Rusak
Jelang Long Weekend, Dishub Gelar Ramp Check Bus
Mobil PCR Magetan Diusulkan ke Kemenkes Jadi Jejaring Laboratorium
Razia Masker Pengunjung Wisata Alam, yang Bermasker Diberikan Hadiah
Dua Pelaku Pencuri Hewan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Satgas Covid-19 Segera Lakukan Assesment 56 SMP
   

Semangat Guru Difabel Mengajar di SLB
Pendidikan  Selasa, 03-12-2019 | 14:00 wib
Reporter : M. Ramzi
Berita Video : Semangat Guru Difabel Mengajar di SLB
Magetan pojokpitu.com, Menjadi penyandang disabilitas tak menyulutkan salah satu guru di Magetan, untuk mengajar. Meskipun dengan gaji kecil hanya Rp 300 ribu perbulan, Surianto, tetap semangat membagi ilmu kepada murid yang juga penyandang disabilitas. Harapannya, agar pemerintah bisa lebih memperhatikan nasibnya.

Surianto (39) merupakan salah satu penyandang disabilitas di Kabupaten Magetan. Sehari-hari, pria yang menderita polio sejak kecil ini menjadi pengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Panca Bakti, Jalan Kalpataru Magetan.

Sudah 9 tahun profesi menjadi guru ia jalani. Setiap hari, Surianto harus menempuh sejauh 10 kilometer, dari rumahnya di Sugihrejo Kecamatan Kawedanan Magetan, menuju sekolahnya.

Walau kondisi berjalan tidak sempurna, ia tetap rajin mengajar siswa SLB dengan mata pelajaran bahasa indonesia, keterampilan dan mata pelajaran lainnya.

Meskipun honornya terbilang kecil hanya Rp 300 ribu perbulan, namun tak menyulutkan semangatnya untuk menularkan ilmu pengetahuannya kepada siswa-siswinya.

"Honor 300 ribu perbulan, memang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya berharap di hari disabilitas internasional, pada 3 Desember 2019, pemerintah lebih memperhatikan nasib saya dan juga kaum disabilitas lainnya," kata Surianto.

Selain honor dari sekolah, Surianto, berharap ada tambahan honor atau uang teransport dari pemerintah kabupaten setempat. (yos/VD:YAN)

Berita Terkait

Semangat Guru Difabel Mengajar di SLB

Puluhan Anak Berkebutuhan Khusus Unjuk Gigi di Peringatan Hari Disabilitas 2018

Mulyono, Penyandang Disabilitas Peduli Lingkungan

Pernikahan Penyandang Cacat di Hari Disabilitas Internasional
Berita Terpopuler
Diduga Lakukan Ujaran Kebencian dan Pembohongan Publik, Risma-Irvan Dilaporkan P...selanjutnya
Politik  4 jam

Sering Memangsa Ternak, Ular Sanca Berukuran Besar Ditangkap Warga
Peristiwa  6 jam

DPW PSI Deklarasi Menangkan Machfud Arifin-Mujiaman
Politik  3 jam

Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber