Berita Terbaru :
Dinas PUPR Dapat Suntikan DID Lagi Rp 9,2 Miliar
KPU Jatim Hanya Tetapkan 40 Pasangan Calon
Kasus Covid Bertambah, Pemkab Aktifkan Kembali Ruang Isolasi Desa
Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Dilaporkan Istri Terkait Dugaan KDRT
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
   

Semangat Guru Difabel Mengajar di SLB
Pendidikan  Selasa, 03-12-2019 | 14:00 wib
Reporter : M. Ramzi
Berita Video : Semangat Guru Difabel Mengajar di SLB
Magetan pojokpitu.com, Menjadi penyandang disabilitas tak menyulutkan salah satu guru di Magetan, untuk mengajar. Meskipun dengan gaji kecil hanya Rp 300 ribu perbulan, Surianto, tetap semangat membagi ilmu kepada murid yang juga penyandang disabilitas. Harapannya, agar pemerintah bisa lebih memperhatikan nasibnya.

Surianto (39) merupakan salah satu penyandang disabilitas di Kabupaten Magetan. Sehari-hari, pria yang menderita polio sejak kecil ini menjadi pengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Panca Bakti, Jalan Kalpataru Magetan.

Sudah 9 tahun profesi menjadi guru ia jalani. Setiap hari, Surianto harus menempuh sejauh 10 kilometer, dari rumahnya di Sugihrejo Kecamatan Kawedanan Magetan, menuju sekolahnya.

Walau kondisi berjalan tidak sempurna, ia tetap rajin mengajar siswa SLB dengan mata pelajaran bahasa indonesia, keterampilan dan mata pelajaran lainnya.

Meskipun honornya terbilang kecil hanya Rp 300 ribu perbulan, namun tak menyulutkan semangatnya untuk menularkan ilmu pengetahuannya kepada siswa-siswinya.

"Honor 300 ribu perbulan, memang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya berharap di hari disabilitas internasional, pada 3 Desember 2019, pemerintah lebih memperhatikan nasib saya dan juga kaum disabilitas lainnya," kata Surianto.

Selain honor dari sekolah, Surianto, berharap ada tambahan honor atau uang teransport dari pemerintah kabupaten setempat. (yos/VD:YAN)

Berita Terkait

Semangat Guru Difabel Mengajar di SLB

Puluhan Anak Berkebutuhan Khusus Unjuk Gigi di Peringatan Hari Disabilitas 2018

Mulyono, Penyandang Disabilitas Peduli Lingkungan

Pernikahan Penyandang Cacat di Hari Disabilitas Internasional
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  12 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  14 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  6 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  13 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber