Berita Terbaru :
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
   

Kualitas Bengawan Solo Menurun Hingga Sebabkan Ikan Mati
Sorot  Jum'at, 06-12-2019 | 15:00 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Kualitas air bengawan solo berwarna merah kehitaman akhirnya mendapat respon dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, dengan melakukan uji laboratorium guna melihat kualitas air yang ada di sungai bengawan solo.

Kualitas air sungai bengawan solo yang mengalami penurunan juga menyebabkan ikan-ikan kecil mati. Seperti di dungai bengawan solo di Desa Kanor Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Parto, warga Desa Kanor Bojonegoro, air berwarna merah kehitaman sudah terjadi yang kedua kalinya, mulai tahun kemarin. "Warga merasa terganggu dengan tercemarnya sungai bengawan solo ini," kata Parto.

Hanafi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, menjelaskan, hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro di laboratorium lingkungan Erum Jasa Tirta Jawa Timur, sudah keluar dan menunjukkan air di 3 titik sample menunjukan kandungan Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dengan kualitas yang melebihi baku mutu.

Dugaan pencemaran ini masih akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan dan yang lainnya. "Namun saat ini air bengawan ini masuk kategori kelas tiga. Yakni untuk pertanian, peternakan dan perikanan  bukan untuk konsumsi langsung," kata Hanafi.

DLH menghimbau, air sungai bengawan solo tidak untuk konsumsi. Sebab, kadar baku mutunya sudah melebihi ambang batas. Jika ingin dikonsumsi, harus dinetralisir terlebih dulu. (yos)

Berita Terkait

Musim Kemarau, Peternak Manfaatkan Limbah Pertanian Sebagai Pakan Ternak

Limbah Masker Medis Berserakan di Samping Rumah Sakit Covid

Limbah Kayu Sisa Perusahaan Kayu Terbakar

Difabel Ubah Limbah Kayu Jadi Miniatur Truk
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  10 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  12 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  3 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  11 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber