Berita Terbaru :
Bayar Palawija Ratusan Juta Dengan Cek Kosong, Pasutri Siri Ini Mendekam di Sel Tahanan
Susah Jaringan Internet, Polsek Galis Fasilitasi Siswa Belajar Daring
Residivis Narkoba Ditangkap di Tengah Sawah
Gelar Pelatihan TOT, Pos Gabungan Siapkan Relawan Pencegahan Covid-19
Penghuni Sel Polres Lamongan Lakukan Rapid Tes
Perempuan Pegawai Bank Terkonfirmasi Positif Covid-19
39.182 Pengangguran Baru di Bojonegoro Selama Pandemi Covid-19
Diduga Terinveksi Covid-19, Pria Paruh Baya Mati Mendadak Didalam Angkot
Ketua DPRD Ngawi Minta KPU-Bawaslu Fokus Peningkatan Partisipasi Pemilih
Pelaku Curanmor 14 TKP Ditangkap Polisi, Motor Curian Dijual ke Penadah di Madura
Bupati Lantik 37 Pejabat Jelang Pilkada
Dua Danau di Lumajang Menyusut
Nenek 83 Tahun Hidup Rentah di Gubug Reot Tak Tersentuh Pemerintah
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Tolak Jual Tanah ke Pertamina, Warga Lurug BPN Tuban
   

Kemarau Berkepanjangan Warga Desa di Probolinggo Alami Krisis Air Bersih
Tapal Kuda Dan Madura  Minggu, 08-12-2019 | 03:09 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Kemarau berkepanjangan membuat warga desa di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, mengalami krisis air bersih, karena sumber mata air dan sumur mengering.

Untuk mendapatkan air bersih, warga harus rela mengambil air di desa tetangga. Ironisnya lagi, warga harus menunggu suplai air bersih dari badan penanggulangan setempat selama seharian penuh.

Sejak 3 bulan terakhir, warga Desa Sindet Anyar Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, mengalami krisis air bersih. Sumur dan sumber mata air mengering sehingga warga harus mencari sumber air ke desa lain.

Kebanyakan warga di desa sindet anyar memilih berjalan kaki sepanjang berkilo-kilo meter untuk mendapatkan air, yakni ke sungai pancar glagas di wilayah Pakuniran.

Kemarau yang berkepanjangan, membuat warga berharap adanya bantuan dari pihak pemerintah, entah itu dari pemerintah desa ataupun dari pihak pemerintah kabupaten untuk mengurangi kesulitan air bersih.

Yang terjadi, warga harus rela menuggu seharian penuh dengan harapan ada mobil yang mengirim air bersih ke desanya, dengan menaruh berbagai alat menampung air, mulai dari ember, timba, hingga alat memasak lainnya.

Menurut Marhumah, warga setempat, untuk mencari air bersih, dia dan ibu-ibu lain harus rela mencari ke desa tetangga, itupun jaraknya bisa mencapai lebih dari 1 kilo meter.

Untung saja, bantuan air bersih sebanyak 5000 liter digelontorkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo. Begitu truk tangki datang, warga langsung menyemut untuk mengambil air.

Sementara itu menurut Mohamad Suud, Kepala Desa Sindet Anyar, di desanya sekitar seratus dua puluh lima kepala keluarga mengalami krisis air bersih. "Dalam sehari, kita butuh sedikitnya 50 litet air untuk kebutuhan memasak, minum dan minum ternak," kata Suud.

BPBD berencana melakukan bantuan air bersih lebih rutin ke pemukiman yang krisis air bersih. Diperkirakan, krisis air bersih masih akan berlangsung mengingat di wilayah Probolinggo belum semua wilayah diguuyur hujan. (yos)

Berita Terkait

Tim Gabungan Revitalisasi Saluran Air di Puncu

Kemarau Berkepanjangan Warga Desa di Probolinggo Alami Krisis Air Bersih

Inovasi Pipa U Bebaskan Desa Suger Lor Dari Krisis Air

Atasi Krisis, Mobil Dinas Polsek Untuk Droping Air Bersih
Berita Terpopuler
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  4 jam

Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen
Peristiwa  17 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  14 jam

Warga Ngawi Temukan Mortir Aktif di Aliran Sungai Bengawan
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber