Berita Terbaru :
DPP Bisa Langsung Daftarkan Calon Yang Diusung
New Normal Persiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Polsek Sukolilo Tangkap 1 DPO Pengeroyokan di Medokan, 2 DPO Masih Buron
Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Memasak
Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
   

Kesenian Ekstrem Seni Ujung Sabet Rotan
Rehat  Senin, 09-12-2019 | 21:03 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Demi menjaga tradisi warisan nenek moyang warga sebuah desa di Jombang, rela melakukan aksi ektrim saling cambuk. Tradisi saling menyerang dan mencambuk dengan rotan ini, biasanya dilakukan untuk meminta turunnya air hutan. Namun kali ini tradisi yang disebut kesenian ujung ini digelar sebagai bentuk upaya melestarikan tradisi.

Tradisi kesenian ujung ini digelar oleh warga Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Di daerah dataran tinggi ini, ratusan warga berkumpul untuk mengikuti  tradisi ujung  yakni  tradisi  saling  cambuk dan menyerang. 

Konon dengan tradisi ini dipercaya keinginan warga untuk mendapatkan air hujan bisa terkabul. Namun tradisi kali ini bukan untuk meminta turun hujan,namun sebaliknya bentuk sukur sekaligus menjaga tradisi. 
 
Aksi saling cambuk ini dilakukan di atas panggung terbuka, setiap peserta tidak tergantung dengan usia. Siapapun yang berani merelakan tetesan darahnya dalam tradisi ini,bisa langsung naik ke panggung.

Menariknya,  setiap usai memukulkan rotan ke lawannya harus di barengi dengan tarian keceriaan. Gaya tarian ini semakin menyenangkan saat sejumlah musik gendang mengiringi aksi tersebut.

Putut, salah satu pemain ujung, mengaku,  rasa sakit akibat sabetan rotan dari lawan tidak pernah dirasakannya, dirinya mengaku  senang bisa mengikuti tradisi ini.  Selain merasa senang, pemain ujung setelah naik panggung, langsung mendapatkan uang berobat sebesar Rp 25 ribu.

Anisah, kepala desa sekaligus penyelenggara kegiatan ini mengatakan, kegiatan ini dilakukan karena kesenian ujung menjadi cikal bakal berdirinya Desa Mundusewu. "Selain untuk mengenalkan pada anak muda juga untuk melestarikan tradisi tersebut," kata Anisah.

Diharapkan tradisi meminta hujan ini tetap lestari dan tidak hilang ditelan jaman, terutama di kalangan anak muda  untuk bisa bersama sama melestarikan warisan budaya leluhur. (yos)

Berita Terkait

Kesenian Ekstrem Seni Ujung Sabet Rotan
Berita Terpopuler
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Rehat  8 jam

Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Mema...selanjutnya
Life Style  7 jam

New Normal Persiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Pendidikan  4 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
Pojok Pitu

Salah Menyulut Rokok, Tabung Gas LPG Meledak
Pojok Pitu

Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Jatim Awan

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber