Berita Terbaru :
Kemenag Bakal Bangun Kantor Layanan Haji di Arab Saudi
5 Pembalap Korban MotoGP Catalunya
Sepuluh Pilkada Paling Menarik Perhatian
Ini Pesan Mahfud MD untuk Pemuda Muhammadiyah
California Larang Penjualan Mobil Bensin Mulai 2035
Gubernur Jawa Timur Sosialisasi Bermasker di Lumajang
Diduga Bunuh Diri, Artis Cantik Ditemukan Meninggal Dunia
Standar Ganda Pemkot Surabaya: IBL Ditolak, Turnamen Armuji Diberi Izin
   

Seledri Hasil Hidroponik, Sayur Bebas Pestisida Mampu Bertahan 3 Hari
Icip - Icip  Rabu, 11-12-2019 | 02:03 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Bondowoso pojokpitu.com, Seledri hasil hidroponik di Bondowoso, sangat diminati pasar lokal dan pelaku usaha. Meski harga lebih mahal, namun seledri ini bebas pestisida serta mampu bertahan hingga 3 hari setelah dipetik.

Di Desa Tamanan Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso, sejumlah warga melakoni cocok tanam sayur dengan media hidroponik. Seperti di lahan milik Slamet Riyadi ini misalnya, 15 ribu lobang telah diisi sayur seledri yang sangat subur dan lebet daunnya.

Seledri dipilih oleh pria 50 tahun ini, karena sayur tersebut begitu diminati pasar lokal bondowoso. Para konsumen yang rata-rata pelaku usaha kuliner lebih memilih seledri milik Slamet, karena tidak menggunakan pestisida. Sehingga sangat aman untuk dikonsumsi.

Selain itu, seledri hidroponik mampu bertahahn hingga 3 hari sejak dipetik dalam konsidi hijau. Biasanya seledri hanya mampu bertahan 1 hingga 2 hari saja daunnya sudah menguning. Dari bentuk, hasil hidroponik lebih besar batangnya dengan daun yang lebih banyak.

Setiap harinya slamet mampu memanen 20 hingga 30 kilogram seledri siap jual, harganya pun lebih mahal dari selegri petani konvensional.

"Rata-rata perkilo seledri hidroponik dijual dengan harga Rp 12.000 hingga Rp 20.000 perkilogram, harga bisa naik hingga Rp 40.000 jika permintan melonjak utamanya saat hari besar," kata Slamet Riyadi.

Setiap hari pelaku hidroponik hanya harus menjaga unsur hara dalam air dengan sirkulasi air lancar.
selain untuk sayur, seledri juga bisa olah menjadi minuman dengan bermacam khasiat menyembuhkan berbagai penyakit dalam. (yos)

Berita Terkait

Nikmatnya Kuliner Legendaris Sate dan Becek Menthok

Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran

Bangun Pusat Kuliner, Pemkot Gelontorkan Rp 9 miliar

Seledri Hasil Hidroponik, Sayur Bebas Pestisida Mampu Bertahan 3 Hari
Berita Terpopuler
Standar Ganda Pemkot Surabaya: IBL Ditolak, Turnamen Armuji Diberi Izin
Sepak Bola  7 jam

Diduga Bunuh Diri, Artis Cantik Ditemukan Meninggal Dunia
Infotainment  7 jam

Gubernur Jawa Timur Sosialisasi Bermasker di Lumajang
Peristiwa  5 jam

Sepuluh Pilkada Paling Menarik Perhatian
Pilkada  2 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber