Berita Terbaru :
Puluhan Warga Jalani Rapid Akibat Kontak Erat Klaster Cindewilis
9 Orang Budak Narkoba Dibekuk Polisi, Salah Satunya Seorang Perangkat Desa
Menolong Kawan Yang Diceburkan, Siswa SMK Tenggelam di Sungai Buntung Desa Tawangsari
Belasan Pengrajin Emas Ditipu Milyaran Rupiah
Ditpolairud Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Ratusan Burung Dilindungi
Ketagihan Nyabu, Siswa SMK Nekat Jambret Tas Ibu Rumah Tangga
Kiai Asep Minta Masyarakat Menangkan Nomer 2 Machfud-Mujiaman Untuk Kalahkan Kedzoliman
Hasil Swab, Bupati Dadang Wigiarto Terkonfrim Positif Covid 19
Pembagian BLT Gunakan Protokol Kesehatan
Surat Suara Tiba, Proses Pelipatan Gunakan Protokol Covid
Guru Tidak Tetap Demo Sampaikan Problem Pendidikan di Jember
Tagih Jatah Warisan Tak Kunjung Diberikan, Pelaku Bakar Korban Yang Masih Saudara Sendiri
Bupati Periksa Kesiapan Logistik Jelang Pilkada
Layanan KB Terganggu, Angka Kelahiran Naik 400 Ribu
Korsleting Listrik, Warung Ludes Terbakar
   

Bangun Drainase Terlalu Dalam, Petani Protes ke Desa
Mataraman  Senin, 16-12-2019 | 14:00 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Sejumlah petani Desa Taji Kecamatan Karas Magetan, melakukan protes terhadap desa setempat, karena pembangunan drainase terlalu dalam. Akibatnya, petani kesulitan mengaliri areal persawahan mereka.

Puluhan petani warga Desa Taji Kecamatan Karas Kabupaten Magetan, melakukan protes ke kantor desa setempat, pada Senin (16/12) siang. Mereka menyampaikan aspirasinya di ruang pertemuan, dengan ditemui pihak pemdes.

Warga melakukan protes ke kantor desa, karena pembangunan drainase antar dusun desa setempat, dianggap terlalu dalam, dan bisa merugikan petani.

Salah satu petani setempat, Amir, mengatakan, awalnya saluran air berukuran sedalam kurang lebih setengah meter. Dalam pembangunan tahun ini, saluran air di sepanjang jalan yang melewati areal persawahan warga dikeruk sedalam kurang lebih 2 meter.

Akibatnya, air yang melewati area persawahan tersebut sulit dialirkan ke sawah, karena saluran air yang terlalu dalam. "Pembangunan saluran air yang terlalu dalam juga dikhawatirkan berdampak pada sawah yang rawan longsor," kata Amir.

Sementara itu, Sugeng Hariadi, Sekdes Taji, mengatakan, akan menampung aspirasi warga dan akan dirapatkan di internal pemdes dan masyarakat yang terdampak atau yang keberatan.

Berita Terkait

Pupuk Langka, Petani Demo Dinas dan Lurug Distributor

Petani Tembakau Wadul Komisi B DPRD Jatim

Puluhan Petani Ponorogo Demo Aktifitas Tambang

Puluhan Petani Demo Bangunan Cafe yang Menyumpat Saluran Pertanian
Berita Terpopuler
Sampah Plastik Diolah Bahan Bakar Alternatif Setara Pertamax
Teknologi  13 jam

Pelajar Edarkan Pil Y dan Buruh Tani Pil Koplo Dibekuk Polsek Lawang
Malang Raya  17 jam

Konsumsi Sabu Untuk Doping, Kuli Bangunan Dibekuk Reskrim Polsek Lawang
Malang Raya  15 jam

Kalangan Millenial Dominasi Pelanggar Protkes di Bangkalan
Peristiwa  19 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Masuk Jurang Sedalam 100 Meter Lebih
Pojok Pitu

Ngopi Saat Jam Kerja, ASN Pemkab Bojonegoro Kocar-Kacir Saat Diamankan Satpol PP...selanjutnya
Pojok Pitu

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan

Pecah Ban Elf Terguling di Jalur Tol, 1 Tewas
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber