Berita Terbaru :
Kades Minta Pemkab Nganjuk Memperlakukan Khusus Ratusan Warga Berstatus OTG
Perbaiki Atap, Seorang Pekerja Tersengat Listrik
Antisipasi Aksi Borong Waspada Covid 19, Petugas Operasi Pasar
Mengaku Rugi Rp 2,3 Miliar, Arema Fc Akan Berlatih 1 Juni
Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Terhambat Status Keadaan Darurat, DPRD Tunda Sidang Pembahasan LPKJ
Hadang Penyebaran Covid 19 Warga Berlakukan Satu Pintu Masuk
Pandemi Covid-19, Gebyar Labuhan Sarangan Ditiadakan
Info Terbaru, Indonesia Datangkan 20 Alat PCR Dari Swiss
Penipuan Masker Melalui Online Senilai Rp 250 Juta, Begini Modusnya
Gubernur Berharap Wabah Covid 19 Segera Berakhir
Begini Pengakuan Pasien Sembuh Corona, Resepnya Makan Banyak
Tentang Meningitis, Penyakit yang Membuat Glenn Fredly Meninggal
Tuhan, Jagain Mas Glenn ya, Aku Sayang Banget Sama Dia
KAI Daop 7 Wajibkan Penumpang Gunakan Masker
   

Tangis Haru Saat Siswa Basuh Kaki Sang Ibu
Rehat  Senin, 23-12-2019 | 09:25 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Diharapkan kegiatan memperingati hari ibu terus dilestarikan pertahun. utamanya bagi siswa yang masih anak-anak agar tertanam sejak dini, bagaimana belajar berterima kasih kepada orang tuanya. Foto Wildan
Sumenep pojokpitu.com, Tangis haru mewarnai aksi membasuh kaki ibu oleh ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah, di Pondok Pesantren Attaufiqiyah Desa Aengbajaraja, Kecamatan Bluto Sumenep, di hari ibu Minggu (22/12).

Dalam kegiatan itu diawali para siswa melakukan sungkem meminta maaf kepada ibunya atas segala kesalahan selama ini. Setelah itu dilanjutkan dengan membasuh kaki ibunya. Kemudian sang ibu membasuhkan air bekas cucian kakinya dimuka anak-anaknya. Setelah itu sang ibu mendoakan agar cita cita anaknya dapat tercapai.

Wardatul Jannah salah seorang ibu siswa, mengaku sangat senang dan terharu. Setiap kegiatan momentum hari ibu, dia berharap anaknya akan menjadi anak baik dan berakhlak. "Serta berguna bagi agama, bangsa dan negara, lebih-lebih menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya," kata Wardatul Jannah.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Attaufiqiyah KH Imam Hasyim mengatakan, kegiatan membasuh kaki ibu, agar anak didiknya tidak melupakan jasa-jasa ibunya. Sebab sang ibulah yang telah berjuang dan membesarkan. "Sehingga nantinya menjadi anak yang baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya seperti yang dicontohkan Rosulullah," kata KH Imam Hasyim.

Dalam kesempatan ini, juga dibacakan sebuah puisi ibu oleh sastrawan dan budayawan nasional D. Zawari Imron, yang menggambarkan begitu besarnya perjuangan sang ibu yang tidak akan pernah terbayarkan oleh apapun. (pul)

Berita Terkait

Peringati Hari Ibu, Puluhan Pelajar Basuh Kaki Orang Tua

Tangis Haru Saat Siswa Basuh Kaki Sang Ibu

Keseruan Emak - Emak Adu Ketangkasan di Hari Ibu

Peringatan Hari Ibu, Para Warga Binaan Basuh Kaki Ibu Dalam Rutan
Berita Terpopuler
Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  10 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  2 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  15 jam

FK Unair Sumbang Washable Hazmat ke RSUD dr Soetomo
Metropolis  11 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber