Berita Terbaru :
Diduga Rem Blong Truk Fuso Tabrak 4 Motor dan Satu Truk
Detik-detik Kecelakaan Maut di Jember, Truk Fuso Mengalami Rem Blong
Polisi Sebut Lima Korban Meninggal Dalam Kecelakaan Maut di Jember
Museum Korps Marinir Dibuka Untuk Umum
Polisi Gandeng Budayawan Sosialisasikan Tertib Bermasker
Tak Memiliki Hanphone, 29 Siswa SD Belajar Tatap Muka di Area Pemakaman
SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Siapkan Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi
Berkah Dimusim Kemarau, Petani Bengkuang Melimpah
Harga Tanaman Cincau Hitam Anjlok, Petani Merugi
Pihak Desa Sudah Sarankan Untuk Pindah Lokasi Usaha
Forkompimda dan Warga Suku Tengger Bentangkan Bendera Raksasa di Bukit P30
Bupati Probolingo Mutasi 26 Pejabat Eselon 2 dan 3
   

Didakwa Pemerasan, Sekda Gresik Terancam 5 Tahun Penjara
Hukum  Jum'at, 27-12-2019 | 17:46 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Gresik pojokpitu.com, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Andhy Hendro Wijaya, yang menjadi tersangka korupsi insentif pegawai dan pejabat BPPKAD, akhirnya diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat siang. Hendro Wijaya didakwa melanggar pasal 12 e dan 12 f Undang-Undang Tipikor dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Dalam dakwaannya, yang dibacakan jaksa Dimas Adji dan jaksa Arifin, terdakwa Andhy Hendro Wijaya yang menjabat Sekda Gresik ini didakwa menyuruh terpidana M.Mukhtar, Plt Sekretaris BPPKAD untuk memotong insentif pegawai dan pejabat Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Perbuatan tersebut dilakukan Andhi Hendro Wijaya saat menjabat sebagai Kepala BPPKAD.

"Pemotongan insentif tersebut dilakukan setiap tiga bulan sekali sejak 2014 hingga akhir 2018. Pemotongan bervariasi mulai 10 persen untuk insentif staf hingga 30 persen untuk insentif kepala badan," kata Dimas Adji Wibowo, Kasi Pidsus Gresik.

Perbuatan terdakwa jelas melanggar pasal 12 e dan 12 f Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Atas dakwaan ini, penasehat hukum terdakwa Andhi Hendro Wijaya langsung mengajukan nota keberatan atau eksepsi. Sidang yang diketuai hakim I Wayan Sosiawan ini akan digelar minggu depan dengan agenda pembacaan eksepsi.

Sekedar diketahui, kasus korupsi yang dilakukan terdakwa Andhi Hendro Wijaya yang menjabat Sekda Gresik ini merupakan jilid 2 kasus tindak pidana korupsi pemotongan dana insentif pemungutan pajak daerah Kabupaten Gresik tahun 2018 - 2019 sebesar Rp 2,1 miliar.

Dalam jilid 1, terdakwa M. Mukhtar, selaku Plt Sekretaris BPPKAD telah divonis 4 tahun penjara dan denda 200 juta rupiah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. M. Mukhtar juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 2,1 miliar.(end)

Berita Terkait

Dalam Sidang, Sekda Gresik Berdalih Tak Ada Pemotongan Insentif

Didakwa Pemerasan, Sekda Gresik Terancam 5 Tahun Penjara

Setelah Diperiksa Sampai Sore, Sekda Gresik Diperbolehkan Pulang Oleh Penyidik Kajari Gresik

Pasca Kalah di Pra Peradilan, Mantan Sekda Gresik Datangi Panggilan Jaksa
Berita Terpopuler
Bupati Probolingo Mutasi 26 Pejabat Eselon 2 dan 3
Politik  10 jam

Forkompimda dan Warga Suku Tengger Bentangkan Bendera Raksasa di Bukit P30
Mlaku - Mlaku  9 jam

Pihak Desa Sudah Sarankan Untuk Pindah Lokasi Usaha
Peristiwa  8 jam

SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Siapkan Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi
Pendidikan  5 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber