Berita Terbaru :
Siswa SMK di Blitar Produksi 2000 APD Gratis Untuk Tim Medis
Pemanfaatan Gas Metan Hasil Pengolahan Sampah TPA Selopuro
Dua Minggu Tutup Pedagang Konveksi PBM Kembali Buka
Tempat Duduk Bus Harus Diberi Pembatas
DPUTR: Semua Ada di LPSE, Jangan Asal Nuding
Stabilkan Ekonomi Terdampak Covid 19, Pemda Berikan Beras Ke Warga
Sering Dijadikan Tempat Berkumpul, Taman Tajamara Disemprot Disinfectan
Rusunawa Pesantren Jombang Siap Tampung 80 Pemudik
Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Dapur Naik
   

Selama 2019, Polisi Ungkap 20 Kasus Pencabulan dan Pemerkosaan Anak
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 31-12-2019 | 15:45 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Salah satu pelaku kejahatan seksual tengah diperiksa pihak kepolisian.
Bondowoso pojokpitu.com, Selama 2019, Polres Bondowoso telah berhasil mengungkap 20 kasus pencabulan dan pemerkosaan anak. Kebanyakan para pelaku adalah orang dekat korban, mulai dari saudara, kerabat, hingga orang tua dari korban.

Kasus pencabulan dan pemerkosaan anak sangat tinggi hasil ungkap Polres Bondowoso. Di tahun 2019 ini, sebanyak 20 kasus telah ditangani Unit PPA Satreskrim. Dari jumlah tersebut, 16 kasus telah berkekuatan hukum tetap dengan divonis rata-rata di atas 10 tahun penjara. 2 Kasus masih dalam proses penyidikan dan sisanya belum terungkap karena pelaku melarikan diri.

Sejumlah kasus antara lain, awal 2019 seorang bapak berinisial EM (36) warga Tegalampel tega memperkosa anak kandungnya sendiri. Perbuatan bejat EM biasanya dilakukan saat korban yang masih duduk di kelas 6 SD tersebut pulang sekolah, bersamaan ketika ibu korban biasanya pergi mencari rumput untuk pakan ternak.

Di bulan April 2019, seorang gadis berusia 13 tahun diperkosa kakak tirinya hingga hamil. Aksi bejat tersebut dilakukan RD (25)  warga Tapen. Saat kejadian, korban mengaku selalu diancam jika melapor kepada orang lain.

Seorang guru ngaji tahfidz berinisial SNJ, di Kecamatan Jambesari juga berhasil diungkap perbuatan cabulnya. Sebanyak 6 santriwati, terbukti rusak kelaminnya akibat kelakuan ustad tersebut. Terakhir pada Desember 2019, seorang bapak tiri tega memperkosa anaknya yang masih duduk di bangku kelas 5 SD. 

AKP Jamal Kasat Reskrim Polres Bondowoso mengatakan, kasus kekerasan seksual anak sangat tinggi di tahun 2019. Para pelaku rata-rata dijerat pasal 81 ayat 1 subsider  pasal 82 undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak.

Polisi berharap keterlibatan pihak lain, agar lebih gencar mensosialisasikan bahaya kekerasan seksual anak.(end)

Berita Terkait

Bahayakan Kesehatan, Pengadilan Negeri Singkirkan Bilik Disinfektan

Pemkot Surabaya Pastikan Masih Akan Pakai Bilik Sterilisasi

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat

Penggunaan Bilik Sterilisasi Tidak Efektif
Berita Terpopuler
Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Dapur Naik
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Stabilkan Ekonomi Terdampak Covid 19, Pemda Berikan Beras Ke Warga
Ekonomi Dan Bisnis  6 jam

Sering Dijadikan Tempat Berkumpul, Taman Tajamara Disemprot Disinfectan
Peristiwa  7 jam

Tempat Duduk Bus Harus Diberi Pembatas
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber