Berita Terbaru :
Pasokan Darah Berkurang, PMI Gelar Donor Darah di Mapolres Lumajang
Walikota Bongkar Warung Untuk Penataan Kawasan Sumber Umis
Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
   

Selama 2019, Polres Bondowoso Ungkap 20 Kasus Pencabulan dan Pemerkosaan Anak
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 01-01-2020 | 06:10 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Kasus pencabulan dan pemerkosaan anak sangat tinggi hasil ungkap Polres Bondowoso. Di tahun 2019 ini, sebanyak 20 kasus telah ditangani unit PPA Satreskrim Bondowoso. Foto: Rizqi Setiawan
Bondowoso pojokpitu.com, Selama 2019 Polres Bondowoso berhasil mengungkap 20 kasus pencabulan dan pemerkosaan anak. Kebanyakan para pelaku adalah orang dekat korban, mulai dari saudara, kerabat, hingga orang tua dari korban.

Dari jumlah tersebut, 16 kasus telah berkekuatan hukum tetap dengan divonis rata-rata di atas 10 tahun penjara. 2 kasus masih dalam proses penyidikan dan sisanya belum terungkap karena pelaku melarikan diri.

Sejumlah kasus antara lain, awal 2019 seorang bapak berinisial EM (36) tahun, warga Tegalampel tega memperkosa anak kandungnya sendiri. Perbuatan bejat EM biasanya dilakukan saat korban yang masih duduk di kelas 6 SD tersebut pulang sekolah, bersamaan ketika ibu korban biasanya pergi mencari rumput untuk pakan ternak.

Di bulan April 2019, seorang gadis berusia 13 tahun diperkosa kakak tirinya hingga hamil. Aksi bejat tersebut dilakukan RD (25) tahun,  warga Tapen. Saat kejadian, korban mengaku selalu diancam jika melapor kepada orang lain.

Seorang guru ngaji tahfidz berinisial SNJ, di Kecamatan Jambesari juga berhasil diungkap perbuatan cabulnya. Sebanyak 6 santriwati, terbukti rusak kelaminnya akibat kelakuan ustad rersebut. Terakhir pada Desember 2019, sorang bapak tiri tega memperkosa anaknya yang masih duduk di bangku kelas 5 SD. 

AKP Jamal, Kasat Reskrim Polres Bondowoso, mengatakan, kasus kekerasan seksual anak sangat tinggi di tahun 2019. "Para pelaku ratarata dijerat pasal 81 ayat 1 subsider  pasal 82 undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak," kata AKP Jamal SH.

Polisi berharap keterlibatan pihak lain, agar lebih gencar mensosialisasikan bahaya kekerasan seksual anak. (yos)

Berita Terkait

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat

Bapak Anak di Tuban Kompak Curi Barang Mewah

23 penjahat Jalanan Diamankan Jajaran Polres Malang

Residivis Maling Sapi Tertangkap Tangan Edarkan Sabu-Sabu
Berita Terpopuler
Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  4 jam

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber