Berita Terbaru :
Belajar Daring Dari Rumah HOS Tjokroaminoto
Jokowi: Kita Bajak Momentum Krisis untuk Lakukan Lompatan Besar
Seluruh Anggota Samsat Talangagung Wajib Swab
Tutup Jalan Protokol, Buruh Gelar Aksi di Kantor DPRD
Pulang Nonton Orkes Dangdut Dua Kelompok Pemuda Tawuran, 1 Tewas
Gudang Penyimpanan Alat Dekorasi Pernikahan Terbakar
Diduga Rem Blong Truk Fuso Tabrak 4 Motor dan Satu Truk
Detik-detik Kecelakaan Maut di Jember, Truk Fuso Mengalami Rem Blong
Polisi Sebut Lima Korban Meninggal Dalam Kecelakaan Maut di Jember
Museum Korps Marinir Dibuka Untuk Umum
Polisi Gandeng Budayawan Sosialisasikan Tertib Bermasker
Tak Memiliki Hanphone, 29 Siswa SD Belajar Tatap Muka di Area Pemakaman
SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Siapkan Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi
Berkah Dimusim Kemarau, Petani Bengkuang Melimpah
Harga Tanaman Cincau Hitam Anjlok, Petani Merugi
   

Dalam Sidang, Sekda Gresik Berdalih Tak Ada Pemotongan Insentif
Hukum  Jum'at, 03-01-2020 | 18:49 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Terdakwa Andhy Hendro Wijaya, Sekda Pemkab Gresik melakukan perlawanan atas dakwaan jaksa Kejari Gresik, yang mendakwa dirinya telah memerintah pemotongan insentif pegawai Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Andhy Hendro Wijaya menilai dakwaan jaksa tidak cermat, karena dirinya tidak memerintahkan pemotongan insentif pegawai.

Terdakwa Andhy Hendro Wijaya, Sekda Gresik kembali menjalani persidangan di ruang cakra, Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo, Jumat siang. Sidang kali ini, Andhy Hendro Wijaya melakukan perlawanan atas dakwaan jaksa dengan mengajukan eksepsi atau nota keberatan.

Dalam eksepsinya, yang dibacakan penasehat hukumnya, terdakwa Andhy Hendro Wijaya menyebut surat dakwaan jaksa tidak cermat. Salah satunya, dakwaan pasal 12 huruf E yang menyebut adanya kerugian negara. Padahal jelas tidak ada kerugian negara dalam perkara ini.

Selain itu, terdakwa Andhy Hendro Wijaya membantah telah memerintahkan dan memaksa pemotongan insentif pegawai BPPKAD. Hal ini dikarenakan tindakan pemotongan insentif pegawai BPPKAD, berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun 2010, yang pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Bupati Gresik.

Atas eksepsi terdakwa ini, majelis hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan ini memberi waktu kepada jaksa penuntut umum untuk menjawab pada persidangan 17 Januari mendatang.

Sekedar diketahui, Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya didakwa menyuruh terpidana M.Mukhtar, Plt Kepala BPPKAD untuk memotong insentif pegawai dan pejabat BPPKAD. Perbuatan tersebut dilakukan Andhi Hendro Wijaya saat menjabat sebagai Kepala BPPKAD.(end)

Berita Terkait

Dalam Sidang, Sekda Gresik Berdalih Tak Ada Pemotongan Insentif

Didakwa Pemerasan, Sekda Gresik Terancam 5 Tahun Penjara

Setelah Diperiksa Sampai Sore, Sekda Gresik Diperbolehkan Pulang Oleh Penyidik Kajari Gresik

Pasca Kalah di Pra Peradilan, Mantan Sekda Gresik Datangi Panggilan Jaksa
Berita Terpopuler
Tutup Jalan Protokol, Buruh Gelar Aksi di Kantor DPRD
Peristiwa  1 jam

Bupati Probolingo Mutasi 26 Pejabat Eselon 2 dan 3
Politik  12 jam

Forkompimda dan Warga Suku Tengger Bentangkan Bendera Raksasa di Bukit P30
Mlaku - Mlaku  11 jam

Pihak Desa Sudah Sarankan Untuk Pindah Lokasi Usaha
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Jatim Awan

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber