Berita Terbaru :
Sabun Empon Empon Antibiotik Alami Yang Wangi
24 Pengedar dan Kurir Narkoba Diringkus Polisi
Modus Kenalan di Warung Kopi, Pinjam Motor Alasan Jemput Malah Amblas
Polisi Ringkus Pencuri Brangkas Dan Mobil Box Perusahaan
Siswa SMP Daur Ulang Minyak Jelantah Menjadi Sabun
Smart Green House Polije Destinasi Baru Wisata Edukasi
Sepi Kerjaan, Pegawai Bengkel Nekat Nyabu
   

Alami Pendangkalan, Operasional Kapal Motor Wisata Waduk Selorejo Menurun
Mlaku - Mlaku  Jum'at, 03-01-2020 | 18:55 wib
Reporter :
Malang pojokpitu.com, Tepat di awal pergantian tahun baru 2020 lalu, Perum Jasa Tirta Pengelola Pariwisata Air Waduk Selorejo menggelar pesta rakyat yang disajikan bagi wisatawan Waduk Selorejo dengan mementaskan musik hiburan.

Namun dibalik kemeriahan pesta rakyat, terdapat problematika yang dihadapi Waduk Selorejo. Waduk yang terletak di Kecamatan Ngantang ini mengalami penyusutan debit air lantaran kemarau panjang sebelumnya serta pendangkalan permukaan air yang disebabkan sedimentasi material lumpur yang dibawa aliran Sungai Konto, Kecamatan Pujon.

Pendangkalan Waduk Selorejo yang disebabkan sedimentasi material lumpur membuat pelaku pariwisata kapal motor di Waduk Selorejo tidak bisa leluasa bergerak. Dampaknya para wisatawan enggan untuk naik perahu motor sehingga para pelaku pariwisata kapal motor sepi penumpang dibandingkan di tahun-tahun sebelumnya.

Dalam kondisi normal kedalaman air di Waduk Selorejo mencapai 20 hingga 25 meter. Karena pendangkalan yang terjadi, kedalaman air menyusut hingga 7 sampai 10 meter. Kondisi kedalaman air agak membaik sejak memasuki musim hujan.

Salah satu pengemudi kapal motor di Waduk Selorejo, Purnomo mengatakan, pendangkalan terjadi sejak musim kemarau tiba.

Di tahun 2019 lalu, ia hanya beroperasi selama tujuh bulan saja. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang bisa beroperasi selama 11 bulan. Selama tiga bulan tak beroperasi sebagai pengemudi kapal motor, ia dan rekan-rekan seprofesi beralih profesi menjadi petani ataupun peternak.

Pihak Perum Jasa Tirta 1 telah melakukan pengerukan untuk meminimalisir timbunan material lumpur yang mengakibatkan pendangkalan.

Dalam keterangan tertulisnya, Perum Jasa Tirta 1 menjelaskan pengendapan di Waduk Selorejo karena terpengaruh kondisi geologi dan struktur tanah, sesuai hasil studi penanganan sedimentasi di Waduk Selorejo tahun 2018 diketahui volume laju sedimentasi sebesar 350 ribu m3/tahun. Tingginya laju sedimentasi ini diakibatkan oleh faktor geologi dan topografi daerah tangkapan air (DTA) Waduk Selorejo yang relatif mudah tergerus erosi.

Kondisi tutupan lahan akibat perubahan tata guna lahan untuk pertanian dan pemukiman juga menjadi faktor penyebab  erosi di DTA Waduk Selorejo.

Dari hasil studi diketahui penyumbang erosi terbesar ada di sub das konto sebesar 478,31 ton/ha/tahun, sub das kwayangan sebesar 194,73 ton/ha/tahun, dan dari sub das  pinjal sebesar 124,45 ton/ha/tahun.(end)

Berita Terkait

Alami Pendangkalan, Operasional Kapal Motor Wisata Waduk Selorejo Menurun
Berita Terpopuler
Sepi Kerjaan, Pegawai Bengkel Nekat Nyabu
Metropolis  7 jam

Smart Green House Polije Destinasi Baru Wisata Edukasi
Mlaku - Mlaku  6 jam

24 Pengedar dan Kurir Narkoba Diringkus Polisi
Peristiwa  2 jam

Polisi Ringkus Pencuri Brangkas Dan Mobil Box Perusahaan
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber