Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Mlaku - Mlaku 

Alami Pendangkalan, Operasional Kapal Motor Wisata Waduk Selorejo Menurun
Jum'at, 03-01-2020 | 18:55 wib
Oleh :
Malang pojokpitu.com, Tepat di awal pergantian tahun baru 2020 lalu, Perum Jasa Tirta Pengelola Pariwisata Air Waduk Selorejo menggelar pesta rakyat yang disajikan bagi wisatawan Waduk Selorejo dengan mementaskan musik hiburan.

Namun dibalik kemeriahan pesta rakyat, terdapat problematika yang dihadapi Waduk Selorejo. Waduk yang terletak di Kecamatan Ngantang ini mengalami penyusutan debit air lantaran kemarau panjang sebelumnya serta pendangkalan permukaan air yang disebabkan sedimentasi material lumpur yang dibawa aliran Sungai Konto, Kecamatan Pujon.

Pendangkalan Waduk Selorejo yang disebabkan sedimentasi material lumpur membuat pelaku pariwisata kapal motor di Waduk Selorejo tidak bisa leluasa bergerak. Dampaknya para wisatawan enggan untuk naik perahu motor sehingga para pelaku pariwisata kapal motor sepi penumpang dibandingkan di tahun-tahun sebelumnya.

Dalam kondisi normal kedalaman air di Waduk Selorejo mencapai 20 hingga 25 meter. Karena pendangkalan yang terjadi, kedalaman air menyusut hingga 7 sampai 10 meter. Kondisi kedalaman air agak membaik sejak memasuki musim hujan.

Salah satu pengemudi kapal motor di Waduk Selorejo, Purnomo mengatakan, pendangkalan terjadi sejak musim kemarau tiba.

Di tahun 2019 lalu, ia hanya beroperasi selama tujuh bulan saja. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang bisa beroperasi selama 11 bulan. Selama tiga bulan tak beroperasi sebagai pengemudi kapal motor, ia dan rekan-rekan seprofesi beralih profesi menjadi petani ataupun peternak.

Pihak Perum Jasa Tirta 1 telah melakukan pengerukan untuk meminimalisir timbunan material lumpur yang mengakibatkan pendangkalan.

Dalam keterangan tertulisnya, Perum Jasa Tirta 1 menjelaskan pengendapan di Waduk Selorejo karena terpengaruh kondisi geologi dan struktur tanah, sesuai hasil studi penanganan sedimentasi di Waduk Selorejo tahun 2018 diketahui volume laju sedimentasi sebesar 350 ribu m3/tahun. Tingginya laju sedimentasi ini diakibatkan oleh faktor geologi dan topografi daerah tangkapan air (DTA) Waduk Selorejo yang relatif mudah tergerus erosi.

Kondisi tutupan lahan akibat perubahan tata guna lahan untuk pertanian dan pemukiman juga menjadi faktor penyebab  erosi di DTA Waduk Selorejo.

Dari hasil studi diketahui penyumbang erosi terbesar ada di sub das konto sebesar 478,31 ton/ha/tahun, sub das kwayangan sebesar 194,73 ton/ha/tahun, dan dari sub das  pinjal sebesar 124,45 ton/ha/tahun.(end)

Berita Terkait


Alami Pendangkalan, Operasional Kapal Motor Wisata Waduk Selorejo Menurun


Antisipasi Banjir , Puluhan Warga Bersihkan Irigasi Akibat Pendangkalan

Pencucian Pasir Berdampak Pendangkalan Sungai

Breakwater Sebabkan Ombak Menggulung dan Pendangkalan, Nelayan Takut Melaut
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber