Berita Terbaru :
Kendaraan yang Terlambat Bayar Pajak Selama 5 Tahun Bebas Denda
Warga Tetap Protes Kendaraan Berat Mengaspal di Jalan Raya Munggut
Longsor, Batu Raksasa Tutup Jalan Raya Ngebel
Tidak Ada Penutupan Jalan, Hanya Dibuat Satu Arus
Bupati Suprawoto Sapa Pasien Covid-19 Yang Sembuh
Tragis, 2 Remaja Bojonegoro Tenggelam Saat Mandi di Sungai
Polisi Bubarkan Aktifitas Pasar Sapi Jember
Diterjang Puting Beliung Puluhan Rumah Rusak Parah
Komunitas Yutuber Mojokerto Berikan Kado dan Dukungan Untuk Tim Medis
Pasien Dalam Pengawasan Covid 19 Asal Jombang Meninggal Dunia
Syarat Pasien Sembuh Covid-19, Pelayanan Medis Harus Bagus
Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Pemprov Jatim Anggarkan Rp 2,3 Triliun Untuk Penanganan Covid19
Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
   

Warga dan Aktivis Lingkungan Asal Mojokerto Demo Tolak Izin Tambang Galian C
Peristiwa  Selasa, 07-01-2020 | 19:46 wib
Reporter : Juli Susanto
Surabaya pojokpitu.com, Sejumlah warga dan aktivis lingkungan asal Mojokerto yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa siang (7/1). Aksi ini menuntut agar pemerintah provinsi segera mencabut izin operasi tambang galian C, karena dinilai merusak lingkungan mereka.

Dengan membentangkan poster berisi tuntutan, massa berorasi menuntut Pemerintah Jawa Timur segera mencabut izin operasi tambang galian C, milik CV Sumber Rejeki di dekat desanya, tepatnya di Desa Lebak Jabung, Gondang dan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Sebab, lokasi tambang dekat dengan pemukiman penduduk, yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah warga. Sehingga, kondisi itu dapat meresahkan keselamatan warga.

Selain itu, mereka menilai dengan adanya lokasi tambang, dapat merusak lingkungan dan mencemari sungai dan menjadikan wilayah mereka terancam bencana seperti banjir dan longsor.

Sehingga massa meminta kepada pemerintah untuk mencabut dan meninjau kawasan tambang sebelum menerbitkan perizinannya.

Aktivis lingkungan, Prigi Arisandi meminta pemerintah mulai meninjau perizinan terutama di kawasan pegunungan, sebagai antisipasi terjadinya bencana. Sebab kondisi cuaca dengan curah hujan yang tinggi seperti sekarang menjadikan kawasan hulu rentan dan rawan bencana.

Sementara terkait tuntutan, wilayah Gondang merupakan wilayah pegunungan yang banyak aktivitas tambang. Sehingga perlu ditinjau kembali keberadaannya.

Usai berorasi, perwakilan massa aksi melakukan hearing dengan asisten gubernur dan kemudian membubarkan diri.

Massa mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar, jika tuntutan mereka tidak dikabulkan.(end)



Berita Terkait

Warga dan Aktivis Lingkungan Asal Mojokerto Demo Tolak Izin Tambang Galian C
Berita Terpopuler
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Metropolis  4 jam

Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Covid-19  9 jam

Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  16 jam

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Peristiwa  15 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber