Berita Terbaru :
3 Bus Pekerja Pabrik Salem Situbondo Terjaring Operasi Patuh
Dikbud Larang Guru-Guru Bepergian Ke Luar Kota
Pasien Covid-19 Klaster Pabrik Salem Meningkat, Gugus Tugas Persiapkan Ruang Isolasi Tambahan
Bayar Palawija Ratusan Juta Dengan Cek Kosong, Pasutri Siri Ini Mendekam di Sel Tahanan
Susah Jaringan Internet, Polsek Galis Fasilitasi Siswa Belajar Daring
Residivis Narkoba Ditangkap di Tengah Sawah
Gelar Pelatihan TOT, Pos Gabungan Siapkan Relawan Pencegahan Covid-19
Penghuni Sel Polres Lamongan Lakukan Rapid Tes
Perempuan Pegawai Bank Terkonfirmasi Positif Covid-19
39.182 Pengangguran Baru di Bojonegoro Selama Pandemi Covid-19
Diduga Terinveksi Covid-19, Pria Paruh Baya Mati Mendadak Didalam Angkot
Ketua DPRD Ngawi Minta KPU-Bawaslu Fokus Peningkatan Partisipasi Pemilih
Pelaku Curanmor 14 TKP Ditangkap Polisi, Motor Curian Dijual ke Penadah di Madura
Bupati Lantik 37 Pejabat Jelang Pilkada
Dua Danau di Lumajang Menyusut
   

Meringkus Pemilik Senpi Rakitan, Polisi Sita Ribuan Pil Koplo
Metropolis  Selasa, 07-01-2020 | 20:22 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Tak hanya mengamankan senjata api rakitan, Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim akhirnya menyita ribuan pil koplo atau double L, dari dua warga Jember. Dari hasil penyidikan, senpi rakitan yang dimodifikasi mirip revolver ini ternyata hasil gadai dari seorang rekan tersangka. Saat ini, polisi masih mengejar pemilik senpi rakitan yang telah diketahui identitasnya.

Dua warga Sidodadi Kecamatan Tempurejo, Jember berinisial SA dan DE ini terpaksa meringkuk di sel tahanan Ditreskrimum Polda Jatim. Keduanya diburu lantaran memiliki senjata rakitan yang dimodifikasi mirip revolver. Keduanya berhasil ditangkap dan langsung digeledah oleh Tim Jatanras.
 
Dalam penggeledahan di rumah tersangka SA, polisi justru menemukan ribuan pil koplo atau double L, jenis trihexyphenedyl tanpa ijin. Dengan temuan itu, polisi langsung meringkus kedua tersangka atas kepemilikan senjata api rakitan dan ribuan pil koplo siap edar.
 
"Dari hasil penyidikan, kedua tersangka merupakan pengedar pil koplo di wilayah Jember dan telah berjalan selama kurang lebih satu tahun. Oleh tersangka, pil koplo tersebut dijual per poket berisi lima butir dengan harga Rp 10 ribu . Dari penjualan pil terlarang ini, tersangka mendapat omset sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per hari," kata AKBP Fadli Widiyanto, Wadir Reskrimum Polda Jatim.
 
Terkait senpi rakitan, tersangka sa mengaku menerima gadai senjata api dari seorang rekannya berinisial ND yang kini diburu polisi. Senpi yang dimodifikasi mirip revolver ini digadaikan ke tersangka dengan harga sebesar tiga juta rupiah. Oleh tersangka SA, senpi itu diserahkan ke anak buahnya, tersangka DE untuk alat pengaman selama mengedarkan pil koplo.
 
Barang bukti yang disita polisi yaitu sepucuk senpi rakitan jenis revolver caliber 38 pc warna hitam, 6 enam butir amunisi aktif calliber 38, satu sarung senjata warna hitam bahan kulit, 37.499 butir pil jenis trihexyphenedyl, uang pecahan sebesar Rp 1,161 juta hasil penjualan, dan satu buah handphone.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal berlapis tentang tindak pidana dengan sengaja, menguasai, memiliki, menyimpan, dan membawa senjata api tanpa ijin, serta  tindak pidana mengedarkan dan menjual sediaan farmasi tanpa ijin edar, dengan ancaman masksimal 12 tahun penjara.(end)



Berita Terkait

Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa

Meringkus Pemilik Senpi Rakitan, Polisi Sita Ribuan Pil Koplo

Simpan Senpi Rakitan, Dua Pemuda Diamankan Polisi

Senpi Rakitan Milik Rampok Diserahkan ke Polisi
Berita Terpopuler
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  4 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  15 jam

Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen
Peristiwa  17 jam

Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber