Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sosok 

Di salah satu tempat pembuangan sampah Lowokdoro, di Kecamatan Sukun Kota Malang, inilah, sebanyak 30 siswa dari SMA Kolese De Britto, Yogyakarta mengikuti kegiatan sekolah, life in day school selama 6 hari. Foto: Ali Makhrus
Seladi Ajarkan Kesederhanaan Melalui Kehidupan Sebagai Seorang Pemulung
Rabu, 08-01-2020 | 06:15 wib
Oleh : Ali Makhrus
Malang pojokpitu.com, Mempelajari arti kehidupan, mendidik mental, menanamkan kejujuran, hingga kesederhanaan, menjadi materi pengajaran yang diberikan kepada siswa saat mengikuti program life in day school di TPA Lowokdoro, Sukun, Kota Malang.

Sebanyak 30 siswa SMA Kolese de Britto, Yogyakarta, dititipkan kepada penghuni TPA, untuk dididik dan diberikan pemahaman tentang arti perjuangan.

Pada program ini, siswa diperkenalkan dengan kehidupan pemulung, mulai dari kehidupan sehari-hari, seperti memungut sampah, memilah sampah, makan di area TPA, hingga tidur dengan beralaskan seadanya.

Salah satu peserta dalam kegiatan ini, Mechael Juan Sebastian, menuturkan, sejak tinggal di TPA bersama pemulung, dirinya dapat merasakan jerih payah dan perjuangan kehidupan. "Termasuk dengan berbagai macam kendala yang dihadapi oleh pemulung untuk hidup di atas gunungan sampah," kata Michael Juan Sebastian.

Sementara itu, menurut pembimbing dalam kegiatan ini, Seladi, mengatakan, bahwa dari kegiatan ini seluruh peserta dapat  memahami dan merasakan kehidupan sebagai pemulung.

Terlebih lagi, pansiunan polisi berpangkat bripka ini, berharap, saat peserta sukses, ada rasa peduli kepada orang kecil.

"Terdapat 3 hal yang dapat dijadikan pelajaran bagi para siswa saat mengikuti kegiatan ini, yakni, kejujuran, kesederhanaan, dan kedisiplinan," ujar Seladi.

Untuk diketahui, program life in day school merupakan program wajib bagi siswa kelas 11 SMAkolese De Britto, Yogyakarta, dan merupakan program rahasia dari sekolah, dengan menempatkan siswa di daerah terpencil, tertinggal, hingga di wilayah kumuh. Dari kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memiliki rasa empati dan peduli kepada sesama.(yos)

Berita Terkait


Seladi Ajarkan Kesederhanaan Melalui Kehidupan Sebagai Seorang Pemulung

Kasihan, Keluarga Pemulung Ini Hidup Terlunta-Lunta

Tekad Seorang Pemulung Berangkat Umroh, Akhirnya Tercapai

Demi Ingin Jadi Dokter, Gadis Cilik Ini Tak Malu Jadi Pemulung


Menyamar Jadi Pemulung, Pria Paruh Baya Curi Besi Rel Lori

Kasihan, Keluarga Pemulung Ini Hidup Terlunta-Lunta

Diteriaki Pencuri, Pemulung Diamuk Massa, Eh... Tidak Ada Barang Bukti

Mr X Bukan Gelandangan, Melainkan Pemulung Sumberpucung Bernama Sarip
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber