Berita Terbaru :
Tragis, 2 Remaja Bojonegoro Tenggelam Saat Mandi di Sungai
Polisi Bubarkan Aktifitas Pasar Sapi Jember
Diterjang Puting Beliung Puluhan Rumah Rusak Parah
Komunitas Yutuber Mojokerto Berikan Kado dan Dukungan Untuk Tim Medis
Pasien Dalam Pengawasan Covid 19 Asal Jombang Meninggal Dunia
Syarat Pasien Sembuh Covid-19, Pelayanan Medis Harus Bagus
Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Pemprov Jatim Anggarkan Rp 2,3 Triliun Untuk Penanganan Covid19
Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
Diduga Korsleting Listrik Ruko Dalam Pasar Ludoyo Terbakar
Sebuah Rumah di Ketintang Ambruk, Dua Penghuni Tewas
Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Donor Darah?
Penelitian IPB dan UI tentang Antivirus Corona, Semoga Bermanfaat
Sepak Terjang Kader Posyandu Perangi Covid-19
   

Dituding Lambat Ungkap Kasus Pelecehan, Aliansi Perempuan Demo Polres Jombang
Mataraman  Rabu, 08-01-2020 | 14:11 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Berita Video : Dituding Lambat Ungkap Kasus Pelecehan, Aliansi Perempuan Demo Polres Jombang
Jombang pojokpitu.com, Ratusan perempuan Jombang menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres. Mereka menuntut petugas kepolisian segera menangkap pelaku pelecehan seksual salah satu santri.

Aksi di jalan KH Wahid Hasyim Jombang, ratusan  perempuan yang mengenakan pakaian serba hitam melakukan aksi di depan Mapolres.  Dengan membawa puluhan poster, masa aksi dari aliansi kota santri menuntut polisi segera menangkap pelaku pencabulan.

Tiba di depan mapolres mereka dihadang petugas kepolisian yang berjaga di depan pagar. Masa aksi berorasi secara bergantian. Di atas mobil komando, pendemo yang tengah berorasi meneriakkan agar kasus pencabulan yang dilakukan seorang pendidik segera ditangkap.

Palupi Pusporini Korlap aksi mendesak petugas kepolisian agar segera menangkap SA, pelaku pencabulan yang terhadap anak didiknya. "Kasus pencabulan sudah berjalan lama dan belum ada penahanan pelaku," kata Palupi Pusporini.

Sementara itu AKBP Boby P Tambunan Kapolres Jombang di depan massa menegaskan pihaknya sudah menangani kasus ini sesuai prosedur. Petugas mengaku sudah menetapkan pelaku sebagai tersangka.  "Kami sudah melakukan pemanggilan pertama dan pelaku tidak datang. Rencana kami akan segera melakukan pemanggilan kedua," kata AKBP Boby P Tambunan.

Kapolres juga membantah polisi sengaja memperlambat proses hukum.  Saat ini petugas sudah memeriksa saksi korban yang diduga lebih dari satu. Apalagi sebagian korban berasal dari sejumlah daerah di luar Jombang sehingga membutuhkan proses.  

Aksi massa bermula karena menilai penanganan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan SA, seorang guru pada sebuah lembaga pendidikan. Sebab sejak ditetapkan sebagai tersangka, pelaku tidak juga ditangkap atau ditahan. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Dituding Lambat Ungkap Kasus Pelecehan, Aliansi Perempuan Demo Polres Jombang

Tolak Pungli Mahasiswa Gelar Unjukrasa

Aksi Mogok Kerja Ribuan Buruh Berlanjut
Berita Terpopuler
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Metropolis  3 jam

Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Covid-19  8 jam

Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  15 jam

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Peristiwa  14 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber