Berita Terbaru :
Kendaraan yang Terlambat Bayar Pajak Selama 5 Tahun Bebas Denda
Warga Tetap Protes Kendaraan Berat Mengaspal di Jalan Raya Munggut
Longsor, Batu Raksasa Tutup Jalan Raya Ngebel
Tidak Ada Penutupan Jalan, Hanya Dibuat Satu Arus
Bupati Suprawoto Sapa Pasien Covid-19 Yang Sembuh
Tragis, 2 Remaja Bojonegoro Tenggelam Saat Mandi di Sungai
Polisi Bubarkan Aktifitas Pasar Sapi Jember
Diterjang Puting Beliung Puluhan Rumah Rusak Parah
Komunitas Yutuber Mojokerto Berikan Kado dan Dukungan Untuk Tim Medis
Pasien Dalam Pengawasan Covid 19 Asal Jombang Meninggal Dunia
Syarat Pasien Sembuh Covid-19, Pelayanan Medis Harus Bagus
Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Pemprov Jatim Anggarkan Rp 2,3 Triliun Untuk Penanganan Covid19
Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
   

Demo Ratusan Petani di Kediri Diwarnai Aksi Saling Dorong
Mataraman  Rabu, 08-01-2020 | 17:23 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Benny Kurniawan
Kediri pojokpitu.com, Aksi demo ratusan petani lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri, menuntut agar pihak Perhutani segera melaksanakan program perhutanan sosial berlangsung ricuh. Massa pendemo terlibat saling-dorong dengan pihak kepolisian. Beruntung ricuh reda, setelah Kapolres turun menenangkan massa.

Kericuhan terjadi, saat massa pendemo memaksa masuk ke kantor Perhutani, namun dihadang oleh pihak Kepolisian Resort Kediri Kota, Rabu siang (8/1). Massa pendemo terlibat saling-dorong dan bahkan baku hantam. Bahkan, satu pendemo bajunya robek, akibat terlibat kericuhan dengan petugas.

Aksi kericuhan mereda, setelah Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana turun ke tengah-tengah massa dan meminta kedua belah pihak mundur. Selanjutnya, beberapa perwakilan diperkenankan masuk menemui pihak Perhutani, untuk menyampaikan tuntutannya.

Dengan membawa sejumlah poster, massa menuntut, agar pihak Perhutani segera melaksanakan program perhutanan sosial tanpa KKN.

"Pungutan yang dilakukan oleh oknum Perhutani uang senilai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta, dengan dalih untuk sewa. Padahal, dalam aturan tidak diperbolehkan," ungkap Moh Triyanto, korlap aksi.

Sementara ADM Perum Perhutani Mustopo membantah, pihaknya melakukan pungli atau menarik sewa terhadap petani yang menggarap tanah kosong milik Perhutani. Pihaknya akan melakukan pengecekan terkait dugaan tersebut.

Massa aksi mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar, bila tuntutannya tidak dipenuhi oleh pihak Perhutani.(end)

Berita Terkait

Puluhan Petani Demo Bangunan Cafe yang Menyumpat Saluran Pertanian

Gelar Demo, Ribuan Petani Tambak Ajak Ketua DPRD Long March

Demo Ratusan Petani di Kediri Diwarnai Aksi Saling Dorong

Bangun Drainase Terlalu Dalam, Petani Protes ke Desa
Berita Terpopuler
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Metropolis  4 jam

Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Covid-19  9 jam

Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  16 jam

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Peristiwa  15 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber