Berita Terbaru :
Dokter Bagi Masker dan Edukasi Sejumlah Kepala Kampung
Jatim Akan Gandeng Bank Himbara Untuk Salurkan Bantuan
Siswa Mtsn Gelar Istighotsah Online, Berharap Wabah Corona Segera Sirna
Siswa SMK Jember Ciptakan Tempat Cuci Tangan Otomatis Dari Barang Bekas
ITTS Buat Robot Servis Isolasi Room Untuk Gantikan Tim Medis
Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 4,2 Miliyar
Polda Jatim Gelar Video Conference Evaluasi Penanganan Percepatan Covid 19
PPDB Jalur Prestasi Gunakan Nilai Rapor dan Indeks Sekolah
Dinilai Tak Siap, Tim Pansus Tunda Rapat Dengan Tim Satgas Covid-19
Gedung SMP Jadi Tempat Karantina, Total 109 Pemudik Dikarantina
Jelang Rahmadan Terminal Purabaya Mengalami Penurunan Penumpang Hingga 75 Persen
UTBK SBMPTN Mundur
Pencari Kerang Terpeleset dan Terseret Arus, Ditemukan Tak Bernyawa
Satu Pasien PDP Meninggal Dunia
Tuban Zona Merah, Dua Perawat Puskesmas Positif Covid-19
   

Cuaca Buruk, Nelayan Alih Profesi Jadi Pengrajin Miniatur Kapal
Rehat  Jum'at, 10-01-2020 | 03:17 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Untuk mengisi waktu luang sembari menunggu cuaca membaik, sejumlah nelayan beralih profesi menjadi pengrajin miniaatur kapal. Foto: Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Cuaca buruk yang melanda laut utara Tuban sejak sepakan terakhir, membuat sebagian nelayan beralih profesi. Salah satunya beralih profesi menjadi pengrajin miniatur kapal. Alih profesi ini dilakukan sejumlah nelayan, untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka.

Cuaca buruk yang melanda perairan utara jawa di Kabupaten Tuban sejak sepakan terakhir, membuat nelayan di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, berhenti melaut.

Berbekal cater sebagai alat pemotong dan lem perekat, para nelayan itu, menyulap pelepah pohon sagu menjadi miniatur kapal. Alih profesi ini dilakukan para nelayan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka selama berhenti melaut.

Miniatur kapal ini sendiri, mereka kerjakan bersama-sama di pos pantau nelayan, sambil memantau perahu yang sedang disandarkan, agar jika sewaktu-waktu diterjang ombak besar bisa segera mengebakuasinya.

Rudianto, nelayan pengrajin miniatur kapal, menerangkan, ukuran miniatur kapal berbahan pelepah pohon sagu ini, mulai dari 50 centimeter hingga 2,5 meter. Sedangkan harga dipatok berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 2,5 juta. "Proses pembuatan satu perahu berkisar antara 1 hari hingga 1 minggu, tergantung jenis dan ukuran perahu," ucapnya. 

Kerajinan tangan para nelayan ini, telah dipasarkan disejumlah daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Para nelayan berharap, kerajinan tangan yang mereka buat terus berkembang. Sehingga menjadi peluang pekerjaan bagi warga pesisir di daerah setempat, baik yang belum bekerja maupun nelayan yang menganggur saat cuaca buruk terjadi di laut. (yos)

Berita Terkait

Pantang Menyerah, Seorang Difabel Berkreasi Membuat Miniatur Kapal Klasik Unik

Cuaca Buruk, Nelayan Alih Profesi Jadi Pengrajin Miniatur Kapal

Tekan Kenakalan Remaja, Karang Taruna Desa Ringinpitu Produksi Miniatur Kapal Dari Bambu

Inilah Miniatur Kapal Karya Narapidana Lapas Tulungagung
Berita Terpopuler
Video Call Kondisi Pasien Positif Covid 19 Terus Membaik
Peristiwa  6 jam

Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  18 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  23 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber