Berita Terbaru :
Warga Protes Dugaan Penggelapan Uang Iuran Makam
Seorang Pelajar Ditangkap Usai Beli Narkoba
Penggunaan Bilik Sterilisasi Tidak Efektif
Jalani Perawatan di Rumah Sakit PDP, Seorang Pegawai Kemenag Kota Mojokerto Meninggal Dunia
Suami Jual Isteri Untuk Layanan Seks Threesome Bertarif Rp 2 Juta
Pemkot Surabaya Dapat Bantuan APD dan Bilik Aseptik Dari Ubaya
Hadang Penyebaran Covid-19 di Perbatasan, Petugas Screening Pengendara
Akibat Virus Corona, PMI Jember Kekurangan Stok Darah
Sidang Kasus Aset Pemkot Malang Digelar Melalui Online
RSJ Lawang Siapkan Ruang Isolasi Bagi ODP Pasien ODGJ
Remisi Corona, 26 Narapidana Lapas Mojokerto Bebas Bersyarat
DAMRI Batasi Operasional Bus Cegah Penyebaran Virus
Antisipasi Virus Corona, 49 Narapidana Pulang Bebas Lebih Cepat
Cegah Virus Corona, 777 Napi di Jatim Dibebaskan
Politisi Senior KH Masykur Hasyim Tutup Usia
   

Pemkab Ngawi Alokasikan 500 Juta Untuk Anggaran Tanggap Bencana
Mataraman  Rabu, 15-01-2020 | 00:24 wib
Reporter : Ito wahyu
Dalam upaya antisipasi dan penangan terhadap terjadinya bencana pada tahun 2020 ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi mengalokasikan anggaran dana Rp 500 juta. Foto: Ito Wahyu
Ngawi pojokpitu.com, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menganggarkan dana Rp 500 juta pada tahun 2020, guna mengantisipasi dan penanganan bencana yang rawan terjadi di wilayah itu.

Jumlah tersebut terbilang sangat minim, mengingat Ngawi menjadi daerah langganan seperti banjir dan kekeringan.
Prila Yuda Putra, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi, mengatakan, bahwa jumlah anggaran tersebut hampir sama dari jumlah yang dianggarkan di tahun sebelumnya.

"Oleh BPBD, anggaran tersebut digunakan pada pos prabencana atau mitigasi bencana. Selain itu juga untuk pos tanggap bencana saat kejadian maupun pascabencana," kata Prila Yuda Putra.

Diakuinya untuk pelaksanaan mitigasi bencana sangatlah penting,  sebab hal tersebut dapat mencegah terjadinya bencana ataupun menimimalisir kerugian yang ditimbulkan akibat bencana.

Yuda menambahkan, dalam pencegahan dan penanganan bencana pihaknya juga terus berkoordinasi dengan para relawan dan jajaran unsur terkait.
"Karena diketahui saat musim penghujan terdapat beberapa wilayah yang menjadi daerah rawan banjir, tanah longsor, serta rawan kekeringan saat musim kemarau," kata Ito Wahyu. (yos)

Berita Terkait

Antisipasi Longsor, Khofifah Ajak Tanam Vetiver Secara Massif

Penanganan Laka Air, BPBD Siagakan 2 Perahu di Sarangan

BMKG Menghimbau Warga Jatim Tetap Waspada Potensi Hujan Lebat 24-29 Januari 2020

Sebanyak 67 Personil Kusus Penanganan Bencana Siap Diterjunkan
Berita Terpopuler
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Metropolis  5 jam

5,9 Juta Pelanggan Listrik di Jawa Timur Akan Dapatkan Keringanan Pembayaran
Metropolis  9 jam

Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran ...selanjutnya
Malang Raya  6 jam

Pendapatan Makin Menurun, Tukang Becak Makin Terdesak Kebutuhan Hidup
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan

Gencar Tracking, Pasca Dipastikan Positif Covid 19 di Kecamatan Geger
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber