Berita Terbaru :
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Harga Super Pedas, Lahan Cabai Dijaga Ketat Hingga Lakukan Panen Dini
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 16-01-2020 | 23:07 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Harga super pedas mencapai Rp 70 ribu per kilogram, membuat lahan tanaman cabai di Kota Probolinggo Jawa Timur dijaga ketat pagi siang malam.

Selain penjagaan ketat, petani juga melakukan panen dini. Bayangkan saja, sekali panen di lahan kecil bisa membeli satu unit motor matic.

Dari hari ke hari, harga cabai rawit terus merangkak naik, harga beberapa Minggu sebelumnya di sejumlah pasar tradisional di Kota Probolinggo kisaran Rp 40 ribu per kilogramnya, pada Kamis (16/1) siang harganya sudah mencapai Rp 70 ribu.

Dengan mahalnya harga cabai rawit ini membuat petani di Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo menjaga tanaman cabainya hampir 24 jam penuh.

Selain takut dicuri, ibaratnya cabai saat ini seperti permata, yang harus dijaga dan dirawat setiap saat. Jika lahannya dekat dengan rumah, 1 jam sekali petani mengawasi. Jika jauh dari rumah, mau tidak mau harus menginap pada malam hari, khususnya tanaman cabai yang siap panen.

Awi salah satu petani ini misalnya, dia 1 jam sekali menyambangi lahan cabainya. Untuk sekali 2 kali panen lahan yang tidak terlalu besar, bisa untuk membeli motor matic.

Di petani, cabai dibeli seharga Rp 62 ribu per kilo gramnya. Jika sudah di pasaran mencapai Rp 70 ribu.
Selain penjagaan ekstra ketat, petani lain justru melakukan panen dini. Mereka nekat panen dini, selain harganya mahal juga karena takut rusak akibat musim hujan.

Sunarseh, petani ini misalnya, mahalnya harga ini menjadi berkah tersendiri bagi dirinya. Bayangkan, saat ini dia sudah mendaftar haji hasil dari cabai.

Hanya saja, saat ini petani harus melakukan perawatan ekstra karena musim hujan ini tanaman cabai mudah rusak, mulai daun mengkriting hingga cabai membusuk.   Diperkirakan, beberapa bulan ke depan, harga cabai rawit terus naik. (yos)

Berita Terkait

Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun

Harga Cabai Murah, Petani Rugi Jutaan Rupiah

Dampak Korona Harga Cabe Mengalami Kenaikan

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  8 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  6 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  7 jam

Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber