Berita Terbaru :
Permintaan Rapid Test Jelang Libur Panjang Meningkat
Hina Polisi Tentang Operasi Yustisi, Tukang Batu ditangkap polisi
Cegah Putus Kuliah, Kampus Bebaskan UKT Mahasiswa
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
   

Serangan Hama Ulat Grayak Meluas Hingga Ribuan Hektar
Pantura  Sabtu, 18-01-2020 | 00:12 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Serangan hama ulat grayak di Kabupaten Tuban, meluas hingga menyebar ke ribuan hektar tanaman jagung milik warga. Foto: Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Serangan hama ulat grayak di Kabupaten Tuban, terus meluas hingga menyebar ke ribuan hektar lahan jagung milik warga. Akibatnya, para petani terancam gagal panen, karena serangan hama ini membuat tanaman jagung rusak dan sebagian mati.

Data dari Dinas Pertanian Tuban, tercatat ada seluas 1.700 hektar lebih lahan tanaman jagung, di 7 kecamatan yang diserang oleh hama ulat grayak tersebut.

Rinciannya, Kecamatan Grabagan seluas 1.434 hektar, Semanding 54 hektar, Montong 132,2 hektar, Kerek 104 hektar, Jatirogo 26 hektar, Palang 6 hektar, dan Kecamatan Bangilan seluas 31 hektar.

Menurut Karno, petani, saat ini serangan ulat tersebut sudah menyebar hampir di 20 kecamatan di Tuban. Hama ulat ini mayoritas menyerang tanaman jagung berumur di bawah umur 30 hari.

Untuk menyelamatkan tanaman jagung, para petani sudah melakukan berbagai upaya salah satunya menyemprot pestisida. "Namun, hama ulat grayak tersebut seolah kebal dan semakin banyak jumlahnya," ujar Karno.

Menurut petugas pengamatan hama penyakit Dinas Pertanian Tuban, Lilik Sujayanto, ada dua jenis ulat grayak yang menyerang tanaman jagung. Masing-masing dengan nama ilmiah spodeptera frugiperda dan spodotera litura.

"Keduanya sama-sama sangat berbahaya karena menyerangnya merata mulai daun hingga ke pangkalnya, sehingga tanaman akan mati apabila tidak cepat ditanggani," ujar Lilik Sujayanto.

Saat ini pihak Dinas Pertanian Tuban, telah melakukan pendataan dan dalam waktu dekat akan memberikan penyuluhan serta pertisida kepada para petani jagung yang terdampak hama ulat. (yos)

Berita Terkait

Serangan Hama Ulat Grayak Meluas Hingga Ribuan Hektar

Masih Usia Muda, Tanaman Jagung Diserang Hama Ulat

Petani Keluhkan Hama Ulat dan Pasokan Air Untuk Tanaman Tembakau

Hama Ulat Serang Tanaman Bawang Merah di Bojonegoro
Berita Terpopuler
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyany...selanjutnya
Politik  4 jam

Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  12 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  4 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  10 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber