Berita Terbaru :
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Serangan Hama Ulat Grayak Meluas Hingga Ribuan Hektar
Pantura  Sabtu, 18-01-2020 | 00:12 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Serangan hama ulat grayak di Kabupaten Tuban, meluas hingga menyebar ke ribuan hektar tanaman jagung milik warga. Foto: Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Serangan hama ulat grayak di Kabupaten Tuban, terus meluas hingga menyebar ke ribuan hektar lahan jagung milik warga. Akibatnya, para petani terancam gagal panen, karena serangan hama ini membuat tanaman jagung rusak dan sebagian mati.

Data dari Dinas Pertanian Tuban, tercatat ada seluas 1.700 hektar lebih lahan tanaman jagung, di 7 kecamatan yang diserang oleh hama ulat grayak tersebut.

Rinciannya, Kecamatan Grabagan seluas 1.434 hektar, Semanding 54 hektar, Montong 132,2 hektar, Kerek 104 hektar, Jatirogo 26 hektar, Palang 6 hektar, dan Kecamatan Bangilan seluas 31 hektar.

Menurut Karno, petani, saat ini serangan ulat tersebut sudah menyebar hampir di 20 kecamatan di Tuban. Hama ulat ini mayoritas menyerang tanaman jagung berumur di bawah umur 30 hari.

Untuk menyelamatkan tanaman jagung, para petani sudah melakukan berbagai upaya salah satunya menyemprot pestisida. "Namun, hama ulat grayak tersebut seolah kebal dan semakin banyak jumlahnya," ujar Karno.

Menurut petugas pengamatan hama penyakit Dinas Pertanian Tuban, Lilik Sujayanto, ada dua jenis ulat grayak yang menyerang tanaman jagung. Masing-masing dengan nama ilmiah spodeptera frugiperda dan spodotera litura.

"Keduanya sama-sama sangat berbahaya karena menyerangnya merata mulai daun hingga ke pangkalnya, sehingga tanaman akan mati apabila tidak cepat ditanggani," ujar Lilik Sujayanto.

Saat ini pihak Dinas Pertanian Tuban, telah melakukan pendataan dan dalam waktu dekat akan memberikan penyuluhan serta pertisida kepada para petani jagung yang terdampak hama ulat. (yos)

Berita Terkait

Serangan Hama Ulat Grayak Meluas Hingga Ribuan Hektar

Masih Usia Muda, Tanaman Jagung Diserang Hama Ulat

Petani Keluhkan Hama Ulat dan Pasokan Air Untuk Tanaman Tembakau

Hama Ulat Serang Tanaman Bawang Merah di Bojonegoro
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  7 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  5 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  6 jam

Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber