Berita Terbaru :
Sabun Empon Empon Antibiotik Alami Yang Wangi
24 Pengedar dan Kurir Narkoba Diringkus Polisi
Modus Kenalan di Warung Kopi, Pinjam Motor Alasan Jemput Malah Amblas
Polisi Ringkus Pencuri Brangkas Dan Mobil Box Perusahaan
Siswa SMP Daur Ulang Minyak Jelantah Menjadi Sabun
Smart Green House Polije Destinasi Baru Wisata Edukasi
Sepi Kerjaan, Pegawai Bengkel Nekat Nyabu
   

Tradisi Ayak Abu Hio Swa Kelenteng Jtoe Tik Kiong Jelang Imlek
Mataraman  Sabtu, 18-01-2020 | 04:16 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Sepekan jelang tahun baru imlek, Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, lakukan tradisi ayak abu hio swa atau dupa yang ada di dalam bokor atau ding. Tradisi ayak abu ini yang dilakukan 1 tahun sekali ini, dilakukan sebagai bentuk penghormatan, untuk menyambut para dewa yang naik ke langit.

Sepekan menjelang perayaan imlek, yang jatuh pada tanggal 25 Januari mendatang, kesibukan sudah nampak di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung.

Beberapa pekerja dan juga didampingi seorang bioma atau juru kunci klenteng, membongkar abu hio swa yang ada di dalam bokor. Kegiatan tersebut merupakan tradisi ayak abu, yang ada di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, yang telah dilakukan turun temurun dan dilakukan sepekan jelang perayaan imlek.

Tradisi ayak abu ini untuk membersihkan benda-benda lain, diantaranya gagang hio yang tidak ikut terbakar, saat umat kong hucu bersembahyang.

Sebelum menggelar tradisi ayak abu, beberapa umat klenteng melakukan persembahyangan di depan dewa mak co thian siang seng bo, yang bersemayam di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. Sedangkan tradisi ayak abu tersebut, merupakan bentuk penghormatan menyambut para dewa naik ke langit.

Menurut bioma, sebutan juru kunci perempuan di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung , Rini Setiawati, tradisi saat menjelang imlek di masing-masing tidak sama.

"Di Klenteng Tulungagung, tradisi yang telah dilakukan turun temurun adalah mengayak abu dan tidak boleh ditinggalkan," kata Rini Setiawati.

Usai di ayak, abu tersebut dikembalikan lagi ke bokor semula. Sementara benda-benda yang tertinggal seperti gagang hio, tidak boleh dibuang sembarangan, melainkan dibakar di tempat pembakaran di depan klenteng. (yos)


Berita Terkait

Cap Goh Meh, Menjadi Ajang Menjaga Kerukunan dan Toleransi

Tahun Tikus Logam, Ini Arah Fengsui untuk Keberuntungan

Libur Imlek Bongkar Muat di Pelabuhan Rakyat Gresik Sepi

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Berita Terpopuler
Sepi Kerjaan, Pegawai Bengkel Nekat Nyabu
Metropolis  7 jam

Smart Green House Polije Destinasi Baru Wisata Edukasi
Mlaku - Mlaku  6 jam

24 Pengedar dan Kurir Narkoba Diringkus Polisi
Peristiwa  2 jam

Polisi Ringkus Pencuri Brangkas Dan Mobil Box Perusahaan
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber