Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Korban Yusak tewas dengan tubuh bersimbah darah. Untuk memastikan penyebab tewasnya korban, jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dokter Soetomo Surabaya. Foto: Ayul Anhdim
Seorang Terapis Tewas Bersimpah Darah di Rumahnya
Sabtu, 18-01-2020 | 14:10 wib
Oleh : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Warga jalan Kyai Abdul Karim Gununga Anyar Surabaya, Jumat (17/1) siang, dikejutkan dengan tewas seorang terapis di dalam rumahnya.

Polisi langsung melakukan olah TKP di rumah nomor 83 RT 01 RW 04 di kawasan jalan Kyai Abdul Karim Gunung Anyar Surabaya. Di dalam rumah yang digunakan sebagai therapy pengobatan itulah, Yusak (67) ditemukan tewas.

Korban ditemukan tewas bersimbah darah di depan kamar mandi rumahnya. Jasad korban ditemukan pertama kali oleh istrinya, Evi Melani yang baru saja pulang dari berbelanja. Melihat banyak darah berceceran serta barang-barang berserakan, EVi melaporkannya ke warga dan meneruskannya ke polisi.

Menurut Iptu Joko Susanto, Kanit Reskrim Polsek Rungkut, pihaknya menemukan darah berceceran di ruangan kamar dan depan kamar mandi. Selain itu, juga menemukan luka robek di bagian belakang kepala korban, yang diduga akibat terbentur lemari.

Polisi menduga tewasnya korban karena sakit lambung dan paru-paru. Selain itu, korban kehabisan darah. Terlebih saat kejadian korban seorang diri di dalam rumah. Kondisi ini juga diperkuat dengan temuan barang bukti obat-obatan di kamar serta keterangan istri korban.

Meski demikian untuk memastikan kematian korban, jasad korban dibawa ke kamar jenazah RSUD dokter Soetomo Surabaya untuk visum. Sementara itu, kasus tewasnya terapis ini ditangani dan masih dalam penyelidikan Polsek Rungkut Surabaya. (pul)

Berita Terkait


Seorang Terapis Tewas Bersimpah Darah di Rumahnya

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber