Berita Terbaru :
Libur Panjang, Polisi Sweeping Kendaraan di Batas Kota Antisipasi Penyebaran Covid
Pemulihan Ekonomi Dari Covid 19, Petani Keramba Apung Dapat Bantuan Bibit Lobster
Libur Panjang, Pelayanan Rapid Tes di Stasiun Meningkat
Daop 7 Tambah 4 Perjalanan Kereta Api Selama Libur Panjang
Tempat Wisata di Jalur Jatim Jateng Dipenuhi Pengunjung
Ratusan Kaum Milenial di Jatim Mengikuti Lomba Cipta Lagu Partai Golkar
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
Lokasi Wisata Waterpark Masih Sepi
   

Jamaah Resek, Eksis Melestarikan Kesenian Debus
Rehat  Senin, 20-01-2020 | 08:10 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Kesenian debus atau seni beladiri yang memperlihatkan kekebalan tubuh manusia, memang saat ini sudah langka. Namun siapa sangka, di Surabaya masih ada kelompok seniman debus yang tetap melestarikan warisan budaya leluhur, agar tetap eksis di era millenial.

Debus sendiri merupakan kesenian yang populer di Banten, pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin pada tahun 1532 sampai 1570, dan kemudian berlanjut pada zaman sultan ageng tirtayasa pada tahun 1651 sampai 1792.

Pada masa-masa itu, kesenian ini dijadikan sarana untuk memompa semangat juang rakyat banten ketika melawan penjajah Belanda.

Namun siapa yang menyangka, di Jalan Gubeng Klingsingan Gang 5 Surabaya inilah, kelompok yang menamakan jamaah resek atau restune sing kuoso, tetap melestarikan budaya leluhur dengan konsisten memainkan kesenian debus, atau seni beladiri yang mempertunjukkan kekuatan kekebalan tubuh manusia, tanpa rekayasa.

Beragam atraksi dan pertunjukkan diperlihatkan oleh jamaah resek, yang anggotanya mayoritas mantan tukang carok, bekas pembunuh, suka tawuran namun sekarang sudah bertobat.

Tidak hanya laki-laki, kaum hawa juga trampil memainkan atraksi debus, seperti tidur beralaskan pecahan kaca dilindas dengan sepeda motor, melempar jarum ke tubuh pemain debus. Bahkan yang paling ekstrim yaitu dibor dengan bor listrik, hingga menyiram dengan air keras.

Menurut Gus Metal, pimpinan padepokan jamaah resek, seni debus memang mengandalkan kekuatan keyakinan, kepercayaan diri hingga sugesti yang kuat, bahwa dalam tubuh manusia, sebenarnya memiliki kekuatan yang belum tentu manusia itu bisa menjangkaunya.

"Dengan suntikan sugesti yang kuat, manusia biasa bisa membangkitkan kekuatan dari luar dan kebal dengan benda tajam apapun. Apabila dikategorkan dalam hiburan sulap, seni debus biasanya memang erat dikaitkan dengan ilmu hipnotis," kata Irfan Riyadi.

Sementara itu, untuk membuktikan bahwa pertunjukan seni debus jamaah resek ini tidak ada sedikipun unsur rekayasa, maka Gus Metal mengajak para penonton untuk merasakan sensasi debus dengan air keras.

Nanda, salah satu penonton mengaku saat air keras diguyur ke tangannya, tidak ada rasa sakit namun hanya berasa seperti gatal tapi lama kelamaan tidak berasa apa-apa.

Meski saat ini kesenian debus mulai langka di kalangan masyarakat, namun padepokan restune sing kuoso tetap berusaha untuk melestarikan seni debus tanpa rekayasa, dengan cara mencari anggota yang ingin bergabung, agar seni debus yang merupakan seni warisan leluhur tetap abadi dan terus lestari. (yos)

Berita Terkait

Jamaah Resek, Eksis Melestarikan Kesenian Debus
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  12 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  9 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  10 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  23 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber