Berita Terbaru :
Ratusan Warga Berebut Air Bersih
48 Ruas Jalan Desa Diambil Alih Pemkab Magetan
Himpitan Ekonomi, Kasus Perceraian di Kabupaten Madiun Capai 1.635
Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Distempel
Polres Malang Luncurkan Kendaraan SKCK Keliling
LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Hasil Operasi, 657 Warga Tidak Bermasker Terjaring Satgas Covid 19
   

Warga Thoriqoh Tuding Bupati Intervensi Kasus Pencabulan
Mataraman  Senin, 20-01-2020 | 16:45 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Ratusan warga Thoriqoh di Jombang menggelar unjuk rasa di depan pendopo kabupaten, mereka mendesak Bupati Jombang meminta maaf atas pernyataannya di media, yang dianggap mengintervensi persoalan hukum yang menjerat anak kiyainya. Putra kiai ini tersangkut kasus asusila terhadap santrinya yang kini ditangani Polda Jatim.

Ratusan masa aksi dari Thoriqoh Shiddiqiyyah Ploso Jombang ini menggelar aksi di alun-alun tepat di depan pendopo Kabupaten Jombang. Dengan membawa poster tuntutan, mereka menggelar orasi di atas truk.

Dalam orasinya mereka menuntut agar bupati tidak mengintervansi kasus pencabulan yang menjerat MSA, anak kiai yang menjadi Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyah. Mereka menilai pernyataan bupati di media terkait penanganan kasus ini tidak netral.

Sholeh, Humas Thoriqoh Shiddiqiyah, mengatakan, bupati harus minta maaf ke warga Thoriqoh Shiddiqiyyah. "Pernyataan bupati tendensius dan cenderung menekan kasus yang sedang ditangani kepolisian," kata Sholeh.

Disinggung soal penanganan kasus yang kini diambil alih Polda Jatim, pria ini mengaku bahwa pihaknya telah mempersiapkan tim khusus di internal pondok untuk menentukan langkah selanjutnya.

Saat ditanya surat panggilan pemeriksaan yang tidak pernah dihadiri MSA, dirinya kembali berkilah untuk tanya ke tim hukum. Pihaknya kembali berdalih seluruh tuduhan kasus pencabulan terhadap santri yang kini ditangani Polda ini tidak benar dan tidak pernah ada.

Kasus pencabulan terhadap santri oleh putra kiai ini sudah ditangani sejak Oktober 2019 silam. Penyidik Polres sudah menetapkan MSA sebagai tersangka, meskipun 2 kali surat panggilan yang dilayangkan pada tersangka tidak pernah di gubris oleh pelaku. Masa aksi ini membubarkan diri setelah pengunjukrasa ditemui perwakilan pemerintah. (yos/VD:YAN)

Berita Terkait

Massa Kecewa Dengan Anggota DPRD Jatim Kerena Tidak Menemui Mereka

Peringati Hari Tani, APD Tolak Omnibuslaw RUU Cipta Kerja

Warga Tolak Penggusuran Oleh Pihak Kebun PT.Glen Nevis

Warga Keluhkan Sebanyak 13 Meteran Listrik Dipasang Secara Liar
Berita Terpopuler
Hasil Operasi, 657 Warga Tidak Bermasker Terjaring Satgas Covid 19
Peristiwa  6 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  5 jam

Polres Malang Luncurkan Kendaraan SKCK Keliling
Malang Raya  4 jam

Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Distempel
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber