Berita Terbaru :
Rogoh Setengah Miliar Rupiah Untuk Poles Hutan Kota
Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Ratusan Warga Berebut Air Bersih
48 Ruas Jalan Desa Diambil Alih Pemkab Magetan
Himpitan Ekonomi, Kasus Perceraian di Kabupaten Madiun Capai 1.635
Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Distempel
Polres Malang Luncurkan Kendaraan SKCK Keliling
LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Hasil Operasi, 657 Warga Tidak Bermasker Terjaring Satgas Covid 19
   

Unjuk Rasa Ribuan Buruh Tolak RUU Omniobus Law
Metropolis  Senin, 20-01-2020 | 18:41 wib
Reporter : Juli Susanto
Surabaya pojokpitu.com, Ribuan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Timur, mengepung kantor DPRD Jawa Timur Jalan Indrapura Surabaya, Senin (20/1) siang. Mereka melakukan aksi protes terkait kenaikan iuran BPJS kesehatan dan menolak RUU Omnibus Law yang dinilai merugikan kaum buruh.

Kondisi kantor DPRD Jawa Timur Jalan Indrapura Surabaya, Senin (20/1) siang. Ribuan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Jawa Timur, berunjuk rasa menolak kenaikan pembayaran iuran BPJS Kesehatan, sekaligus menolak RUU Omnibus Law yang dinilai merugikan kaum buruh.
 
Sambil berorasi, massa buruh yang terdiri dari buruh dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik , Mojokerto, Pasuruan, Tuban, Probolinggo, hingga Jember dan daerah-daerah industri lain di Jawa Timur.
 
Khoirul Anam, korlap aksi menegaskan, bahwa aksi unjuk rasa ini digelar serempak oleh anggota KSPI seluruh Indonesia, bertepatan dengan momentum sidang Paripurna DPR RI 20 Januari 2020, di Jakarta.
 
Oleh para buruh, Rancangan Undang-Undang Omnibus Law yang sedang menjadi pembahasan di tingkat DPR RI tidak meningkatkan investasi, sebaliknya justru menurunkan tingkat kesejahteraan kaum buruh.
 
"Beberapa poin RUU Omnibus Law yang menciderai hak para buruh yakni , menghilangkan pesangon, fleksibilitas kerja atau kontrak kerja yang bebas, masuknya tenaga kerja asing, hilangnya jaminan sosial, serta dihapuskannya sanksi pidana bagi pengusaha yang tidak memberikan hak-hak buruh," kata Khoirul Anam, korlap aksi.
 
Lebih lanjut, Khoirul Anam berharap, agar semua buruh yang berada di seluruh Indonesia untuk kompak melawan RUU yang dianggap mengkebiri kelayakan hidup para kaum buruh.
 
Aksi ini juga mendapat pengawalan ketat dari aparat gabungan dari TNI dan Polri, serta pihak Pemerintah Kota Surabaya.
 
Meski aksi berlangsung tertib, akibat aksi unjuk rasa ini, jalan Indrapura mengalami kepadatan, dan ditutup separuh.(end/VD:YAN)

Berita Terkait

Unjuk Rasa Ribuan Buruh Tolak RUU Omniobus Law
Berita Terpopuler
Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  1 jam

Hasil Operasi, 657 Warga Tidak Bermasker Terjaring Satgas Covid 19
Peristiwa  8 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  7 jam

Polres Malang Luncurkan Kendaraan SKCK Keliling
Malang Raya  6 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber