Berita Terbaru :
Libur Panjang, Polisi Sweeping Kendaraan di Batas Kota Antisipasi Penyebaran Covid
Pemulihan Ekonomi Dari Covid 19, Petani Keramba Apung Dapat Bantuan Bibit Lobster
Libur Panjang, Pelayanan Rapid Tes di Stasiun Meningkat
Daop 7 Tambah 4 Perjalanan Kereta Api Selama Libur Panjang
Tempat Wisata di Jalur Jatim Jateng Dipenuhi Pengunjung
Ratusan Kaum Milenial di Jatim Mengikuti Lomba Cipta Lagu Partai Golkar
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
Lokasi Wisata Waterpark Masih Sepi
   

Musim Tanam Warga Gelar Tradisi Clorot Tangkal Petir
Rehat  Selasa, 21-01-2020 | 16:27 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Memasuki musim penghujan warga di jombang menggelar tradisi unik, dalam tradisi ini warga membawa aneka jajanan yang diyakini bisa menghindarkan diri dari ancaman bencana.

Jajanan yang dibawa ini adalah  clorotan, pasung, brondong serta kerupuk. Masing-masing jajanan ini diyakini memiliki filosofi sebagai penolak balak.

Petani di Dusun Bajarsari Desa Bareng Kecamatan Bareng, Jombang,  ini langsung berbondong menuju area petilasan sunan kudus yang terletak  di pemakaman pinggiran dusun. Masing-masing petani membawa tumpeng khas, tumpeng yang dibawa sebagai sedekah petani kepada sesama.

Tumpeng yang dibawa petani ini tidak hanya nasi dan lauk pauk, namun juga berisi jajanan unik.  Jajanan ini yang dimaksud adalah kue clorotan,  kue lapat namun berisi tepung.

Kemudian kue pasung yakni jenang beras bercampur nangka yang dibungkus daun nangka dan brondong, bisa brondong berbahan jagung ataupun brondong ketan terakhir kerupuk. Sebelum dimakan secara bersama, dilakukan pembacaaan doa yang dipimpin oleh tokoh desa.

Lewi, sesepuh desa mengatakan, tujuan petani selamatan jajanan ini adalah menolak berbagai balak di awal musim tanam. Seperti clorotan dimaknai bisa menolak sambaran petir.

"Pasung menolak guruh, brondong menolak longsor dan kerupuk menolak terjangan angin kencang. Diharapkan melalui ritual ini petani bisa terhindar dari empat macam balak ketika mengolah sawah," kata Lewi.

Ritual clorotan merupakan ritual tahunan yang telah digelar petani dusun banjarsari sejak tahun 1950 silam. Mereka meminta doa dan  pertolongan kepada Alah Swt agar terhindar dari musibah dan bisa panen melimpah. (yos)

Berita Terkait

Musim Tanam Warga Gelar Tradisi Clorot Tangkal Petir

Sambut Tahun Baru, Warga Desa Gelar Tradisi Ojung

Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen Berlimpah

Tradisi Ojung Ritual Minta Hujan
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  12 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  10 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  10 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  23 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber