Berita Terbaru :
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Musim Tanam Warga Gelar Tradisi Clorot Tangkal Petir
Rehat  Selasa, 21-01-2020 | 16:27 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Memasuki musim penghujan warga di jombang menggelar tradisi unik, dalam tradisi ini warga membawa aneka jajanan yang diyakini bisa menghindarkan diri dari ancaman bencana.

Jajanan yang dibawa ini adalah  clorotan, pasung, brondong serta kerupuk. Masing-masing jajanan ini diyakini memiliki filosofi sebagai penolak balak.

Petani di Dusun Bajarsari Desa Bareng Kecamatan Bareng, Jombang,  ini langsung berbondong menuju area petilasan sunan kudus yang terletak  di pemakaman pinggiran dusun. Masing-masing petani membawa tumpeng khas, tumpeng yang dibawa sebagai sedekah petani kepada sesama.

Tumpeng yang dibawa petani ini tidak hanya nasi dan lauk pauk, namun juga berisi jajanan unik.  Jajanan ini yang dimaksud adalah kue clorotan,  kue lapat namun berisi tepung.

Kemudian kue pasung yakni jenang beras bercampur nangka yang dibungkus daun nangka dan brondong, bisa brondong berbahan jagung ataupun brondong ketan terakhir kerupuk. Sebelum dimakan secara bersama, dilakukan pembacaaan doa yang dipimpin oleh tokoh desa.

Lewi, sesepuh desa mengatakan, tujuan petani selamatan jajanan ini adalah menolak berbagai balak di awal musim tanam. Seperti clorotan dimaknai bisa menolak sambaran petir.

"Pasung menolak guruh, brondong menolak longsor dan kerupuk menolak terjangan angin kencang. Diharapkan melalui ritual ini petani bisa terhindar dari empat macam balak ketika mengolah sawah," kata Lewi.

Ritual clorotan merupakan ritual tahunan yang telah digelar petani dusun banjarsari sejak tahun 1950 silam. Mereka meminta doa dan  pertolongan kepada Alah Swt agar terhindar dari musibah dan bisa panen melimpah. (yos)

Berita Terkait

Musim Tanam Warga Gelar Tradisi Clorot Tangkal Petir

Sambut Tahun Baru, Warga Desa Gelar Tradisi Ojung

Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen Berlimpah

Tradisi Ojung Ritual Minta Hujan
Berita Terpopuler
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Teknologi  2 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  8 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  6 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber