Berita Terbaru :
48 Ruas Jalan Desa Diambil Alih Pemkab Magetan
Himpitan Ekonomi, Kasus Perceraian di Kabupaten Madiun Capai 1.635
Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Distempel
Polres Malang Luncurkan Kendaraan SKCK Keliling
LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Hasil Operasi, 657 Warga Tidak Bermasker Terjaring Satgas Covid 19
   

Kisah Seorang Guru Mengajar 3 Siswa di Pedalaman Kebun Kopi
Sosok  Rabu, 22-01-2020 | 07:21 wib
Reporter : Tova Pradana
Agus Suharno seorang guru SDN 7 Kare warga Wonoasari, setiap pagi harus melewati medan terjal bebatuan dan lumpur untuk bisa bertemu dengan muridnya yang berada di Dukuh Seran. Foto Tova Pradana
Berita Video : Kisah Seorang Guru Mengajar 3 Siswa di Pedalaman Kebun Kopi
Madiun pojokpitu.com, Seorang guru di Desa Kare harus tertantang mengajar 3 siswanya di pedalaman perkebunan kopi kandangan Kare Madiun.

Ruang sekolah tak layak dan jarak rumah murid terlalu jauh, mengharuskan Agus Suharno melakukan jemput bola. Padahal untuk menuju rumah 3 murid itu, Agus harus melewati medan terjal dan berlumpur. Jalanan itu di sekitar lereng gunung wilis tepatnya di area perkebunan kopi kandangan Desa Kecamatan Kare Kabupaten Madiun .

Untuk menuju Dukuh Seran, Agus harus melewati jalanan di area perkebunan kopi sepanjang sekitar 30 kilometer atau selama 2 jam. Tak jarang Agus terjatuh dan ban bocor. Setibanya di rumah ketiga muridnya yakni, Eko, Bayu, dan Roma, guru Agus langsung mempersiapkan alat ajar.

Ketiga murid Agus tersebut seharusnya sudah bukan lagi anak anak yang mengenyam bangku sekolah dasar. Meski umur mereka bertiga di atas sepuluh tahun, tenyata ketiga anak tersebut belum bisa membaca dan menulis. Ketiga anak ini setiap harinya diasuh oleh kakek neneknya, Yadi dan Waginem. Sedangkan sang ibu telah meninggal dunia, dan ayahnya pergi entah kemana.

Butuh ketelatenan dan kesabaran ekstra mengajar anak-anak tersebut. Agus mengaku tak setiap hari mereka ada di rumah. Terkadang Agus yang baru mengajar selama 6 bulan itu, harus mencari mereka dahulu di tengah perkebunan kopi. "Mereka kesehariannya membantu kakeknya yang sudah tua untuk mencari rumput pakan hewan ternak," kata Agus Suharno.

Diketahui saat ini kondisi SDN 7 Kare sudah lama tidak dijadikan tempat belajar mengajar. Karena di daerah terpencil itu, sudah jarang anak-anak. Sedangkan jarak dari rumah Eko, Bayu, dan Roma menuju sekolah sangat jauh, sehingga bangunan sekolah pun tak terawat. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

46 Guru Yang Masih Menjalani Isolasi Karena Positif

137 Guru Positif Covid-19, 4 Meninggal Dunia Terpapar Covid-19 di Surabaya

Jelajah Virtual di Rumah Guru Bangsa Hos Tjokroaminto

Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
Berita Terpopuler
Hasil Operasi, 657 Warga Tidak Bermasker Terjaring Satgas Covid 19
Peristiwa  6 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  5 jam

Polres Malang Luncurkan Kendaraan SKCK Keliling
Malang Raya  4 jam

Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Distempel
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber